Sultan & menteri jadi korban demo FPI

Rabu, 24 September 2014 14:39 Reporter : Fikri Faqih
FPI demo Ahok. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Front Pembela Islam (FPI) menggelar demonstrasi menolak Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) yang akan menggantikan posisi Joko Widodo ( Jokowi) sebagai gubernur DKI Jakarta. Aksi mereka ini menyebabkan jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat menuju Tugu Tani harus ditutup.

Karena penutupan jalan, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X harus berjalan kaki ke Kantor Wakil Presiden. Dia berjalan dari persimpangan jalan Jalan Kebon Sirih dan Jalan Sabang menuju Kantor Wakil Presiden.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, massa FPI sedang berkumpul di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Namun tiba-tiba Sri Sultan datang dengan berjalan kaki di trotoar depan gerbang masuk.

Didampingi dua orang ajudan, Sri Sultan berjalan dengan cepat melewati kerumunan massa yang tengah menyimak orasi. Tanpa menghiraukan isi orasi, dia terus berjalan mengarah Istana Wakil Presiden yang berada di samping gedung DPRD DKI Jakarta.

Sri Sultan yang mengenakan batik berwarna hitam dan merah hanya menunduk saat wartawan menanyakan alasannya berjalan kaki. Namun dia menyampaikan jawaban singkat.

"Ini mau ke kantor Wapres," ujarnya, Rabu (24/9).

Beberapa meter sebelum tiba di kantor Wapres, Sri Sultan kemudian bertemu dengan wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono yang juga menjadi korban penutupan jalan akibat demo FPI. Mereka pun kemudian tampak bersalaman dan bersama-sama masuk ke dalam kantor Wapres. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. Ahok Vs FPI
  2. Ahok
  3. FPI
  4. Jokowi Ahok
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.