Sultan HB X Sebut Kapasitas Tempat Tidur di RS Pasien Covid-19 Telah Ditambah

Selasa, 19 Januari 2021 03:44 Reporter : Purnomo Edi
Sultan HB X Sebut Kapasitas Tempat Tidur di RS Pasien Covid-19 Telah Ditambah Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. ©2019 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Penambahan pasien positif Covid-19 di DIY terus mengalami penambahan. Saat ini, sejumlah pasien positif Covid-19 harus mengantre untuk dirawat karena kondisi bed (tempat tidur) rumah sakit yang penuh terisi pasien.

Menanggapi kondisi antrean pasien untuk mendapatkan perawatan di RS, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X pun angkat bicara. Sultan menyebut jika RS milik pemerintah diminta menambah jumlah tempat tidur bagi pasien positif Covid-19.

Sultan menerangkan dua RS milik pemerintah di DIY yaitu RSUP Dr Sardjito dan RSPAU Hardjolukito pun diminta menambah jumlah tempat tidur. Dari yang sebelumnya hanya menyediakan 40 persen tempat tidur naik jadi 60 persen.

"Misalnya 40 persen itu hanya 75 bed yang di Sardjito sekarang bisa ditingkatkan menjadi 115 bed. Untuk di Hardjolukito ya kan ada tambahan di gedung yang baru (total) 105 bed," ujar Sultan di Kantor Gubernur DIY, Senin (18/1).

Sultan menjabarkan bagi RS swasta yang menjadi RS rujukan hanya menyediakan kapasitas sebesar 10 persen bagi pasien positif Covid-19. Sultan memaparkan Pemda DIY tak dapat memaksa RS swasta untuk menambah kapasitas tempat tidur karena berkaitan dengan keuangan RS tersebut.

"Kalau swasta itu memang tidak ada keharusan. Hanya 10 persen dari kamar yang ada. Kalau Corona kan harus menagih di BPJS. Kalau diisi penyakit lainkan uang cash gitu. Maka dengan tetap membuka kamar bagi pasien non corona maka perputaran uang di rumah sakit swasta tetap berjalan," jelas Sultan.

Sultan menambahkan sementara bagi RS berkategori kecil memang tidak bisa menjadi RS rujukan pasien Covid-19. Hal ini karena tidak dapat menampung pasien tersebut.

Terkait penambahan pasien positif Covid-19 di DIY, Sultan meminta kepada pemerintah kabupaten dan kota agar menambah tempat isolasi mandiri (shelter) bagi pasien positif Covid-19 berkategori OTG. Penambahan shelter ini diharapkan agar pasien OTG tak perlu dirawat di RS dan tak membuat RS penuh.

“Semestinya OTG tidak di rumah sakit. Jadi lebih baik diisolasi (di shelter) biarpun itu dibiayai oleh Pemda tapi tidak ngebaki (memenuhi) bed rumah sakit sing dienggo positif (bergejala),” pungkas Sultan.

Baca Selanjutnya: Sultan HB X Minta Update...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini