Sulitnya Warga Berau Dapatkan BBM di SPBU

Rabu, 6 November 2019 05:05 Reporter : Saud Rosadi
Sulitnya Warga Berau Dapatkan BBM di SPBU Salah satu SPBU di Berau. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Warga Berau, Kalimantan Timur, masih saja kesulitan mendapatkan BBM di SPBU. Baik itu Premium, Pertalite, Pertamax hingga solar dan Dexlite. Warga terpaksa membeli di warung yang menjual BBM eceran.

Merdeka.com berkesempatan berkunjung ke Kecamatan Biduk-Biduk untuk melakukan peliputan. Biduk-Biduk berjarak tidak kurang 230 kilometer dari Tanjung Redeb, pusat pemerintahan Kabupaten Berau.

Sepanjang perjalanan dari Tanjung Redeb, melalui kecamatan Sambaliung, kecamatan Tabalar, kecamatan Biatan, kecamatan Talisayan hingga kecamatan Biduk-Biduk, ada empat SPBU. Namun sayang, hingga Senin (4/11) malam sekira pukul 20.00 WITA, tidak ada satupun SPBU yang buka.

Sulitnya mendapatkan BBM di SPBU, bagi warga Berau, bukan hal baru. Bagi warga yang benar-benar memerlukan BBM untuk kendaraan sehari-hari, tersisih dengan para pengetap BBM di SPBU.

"Soal BBM ini, bukan hal baru. Sudah sejak lama, heran juga," kata Yaya (42), warga Tanjung Redeb, Berau, dalam perbincangan bersama merdeka.com, Selasa (5/11) malam.

Yaya yang bekerja sebagai sopir mobil travel, membawa wisatawan, hingga peneliti ke hutan Berau itu, tidak jarang dibuat gigit jari. Dia terpaksa membeli BBM eceran di pinggir jalan.

"Misalnya saya habis antar turis, atau wisatawan, pasti buat kembali perlu BBM. Mau enggak mau, beli eceran, harga pasti lebih mahal. Kan SPBU tutup, atau kekosongan BBM," ujar Yaya.

Pun demikian dengan warga Talisayan, Trisna. Membeli BBM di SPBU di Talisayan, atau terdekat Talisayan, bisa dihitung dengan jari. "Iya, ini bukan hal baru. Enggak tahu kenapa sering kosong BBM di SPBU. Jadi, belinya pasti di eceran," kata Trisna. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. SPBU
  2. BBM Subsidi
  3. Berau
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini