Sudah Gagal ke DPRD, 2 Caleg Kendari Berlebaran di Penjara

Kamis, 23 Mei 2019 04:32 Reporter : Liputan6.com
Sudah Gagal ke DPRD, 2 Caleg Kendari Berlebaran di Penjara Ilustrasi Penjara. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua orang calon legislatif atau Caleg asal Sulawesi Tenggara, Sulkhani dan Riki Fajar, resmi ditahan Kejaksaan Negeri Kendari, Senin (20/5). Keduanya merupakan terpidana kasus pelanggaran Pemilu 2019 terkait sosialisasi kepada sejumlah PNS saat masa kampanye.

Padahal, Sulkhani merupakan Caleg asal salah satu partai yang meraih suara terbanyak di Kota Kendari untuk posisi DPRD Provinsi Sultra. Sedangkan Riki Fajar, Caleg DPRD Kota Kendari yang lolos usai merebut suara terbanyak di Dapil-nya.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Kendari, Nanang Ibrahim mengatakan keduanya akan menjalani penahanan selama 2 bulan. Terhitung sejak dieksekusi oleh Kejari Kendari, Senin (20/5).

Dia melanjutkan, keduanya menjalani tahanan setelah membayar denda. Denda yang diselesaikan sebesar Rp 5 juta per orang.

"Jadi, empat bulannya sudah mereka selesaikan dengan denda," katanya.

Saat hendak dibawa ke Lapas Kelas II A Kendari sekitar pukul 15.00 WITA, Caleg Sulkhani dan Riki Fajar sempat menghindari pewarta. Tidak sampai setengah menit, keduanya berjalan dari ruangan penyidik ke mobil dengan tenang.

Saat awak media berusaha mengambil gambar, petugas Kejari Kendari sempat menghalangi sorotan kamera wartawan. Petugas dari Kejari Kendari juga langsung menaikkan kaca mobil yang membawa kedua terpidana menuju Lapas.

"Mereka akan berlebaran di penjara," kata Nanang Ibrahim.

Sulkhani dan Riki Fajar sebelumnya terciduk kampanye oleh sejumlah pesepak takraw, Sabtu (2/3). Saat itu, keduanya tengah duduk di dalam ruang tamu di rumah salah seorang camat.

Warga yang curiga dengan sikap keduanya, langsung menyerobot masuk ke dalam rumah. Saat sampai di ruang tamu, warga menemukan stiker bergambar foto Sulkhani dan Riki Fajar dan data nama-nama warga di wilayah itu.

Warga yang geram karena aksi kampanye keduanya melibatkan ASN, langsung melaporkan kejadian ini ke Bawaslu Kota Kendari. Beberapa minggu kemudian, kasus ini ditangani di Gakkumdu Polres Kota Kendari.

"Mereka didapati ada di rumah salah seorang warga, ditemani camat setempat. Kami sudah dapat data dan laporannya dari warga yang mendapati mereka," ujar Ketua Bawaslu Kota Kendari, Sahinuddin, Senin (4/3).

Sahinuddin melanjutkan, video yang beredar saat penggerebekan membuat Bawaslu mengambil langkah tegas. Bawaslu meminta Panwascam dan polisi untuk menyelesaikan kasus ini.

"Sejauh ini kami sudah melakukan sejumlah proses, kami berharap terlapor bisa diproses maksimal sesuai dengan perbuatannya," ujarnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini