Sudah dilarang, Sonya tetap bandel ikut konvoi & corat-coret usai UN

Kamis, 7 April 2016 16:09 Reporter : Yan Muhardiansyah
Sudah dilarang, Sonya tetap bandel ikut konvoi & corat-coret usai UN Siswi ngaku anak jenderal. ©2016 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Pihak SMA Methodist 1 Medan mengakui kebobolan tentang Sonya Ekarina br Sembiring berkonvoi dengan beberapa temannya usai ujian nasional (UN) kemarin. Padahal para murid sudah diimbau untuk tidak melakukan aksi itu.

Kepala SMA Metodist 1 Medan, Binsar Sitorus menuturkan, setelah UN para siswa dikumpulkan di aula sekolah untuk diberi pengarahan. Bahkan pengarahan juga diberikan personel kepolisian hingga pukul 14.30 WIB. Larangan ini dilakukan lantaran adanya larangan dari dinas pendidikan Medan.

Selain memberi pengarahan, kata dia, para siswa juga diminta memakai batik. Meski begitu, tetap saja Sonya dan kawan-kawannya 'ngeyel' membawa seragam putih abu-abu.

"Para siswa disuruh pakai batik untuk menghindari aksi corat-coret. Tapi ternyata tetap ada siswa kita yang ikut konvoi, bersama siswa sekolah lain. Dan kebetulan siswa kita yang terkena kasus itu," kata Binsar, Kamis (7/4).

Menurut Binsar, kejadian ini berawal dari euforia. Padahal para siswa belum tentu lulus. Mereka masih menunggu pengumuman kelulusan pada Mei mendatang. Namun, euforia itu ternyata berbuntut panjang. Sonya ramai menjadi pemberitaan karena bertindak arogan setelah mobil Honda Brio ditumpanginya dihentikan di Jalan Sudirman, Medan. Mereka disetop polisi karena membuka pintu bagasi belakang.

Selain protes, Sonya bahkan mengancam perwira Polantas dan menyatakan dirinya anak dari Arman Depari. "Oke Bu ya, aku nggak main-main ya Bu. Kutandai Ibu ya. Aku anak Arman Depari," ucap Sonya, kemarin.

Peristiwa ini pun menjadi pemberitaan dan ramai dibicarakan di media sosial. Apalagi, Deputi Pemberantasan badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari membantah siswi itu anaknya.

[ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini