Sudah Berusia 10 Tahun, Mobil Dinas Jokowi akan Diganti Bertahap

Kamis, 22 Agustus 2019 15:06 Reporter : Merdeka
Sudah Berusia 10 Tahun, Mobil Dinas Jokowi akan Diganti Bertahap Upacara HUT ke-74 RI di Istana Merdeka. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan, mobil dinas Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan diganti. Hal ini lantaran usianya sudah 10 tahun.

"Mobil dinas Bapak Presiden sudah melebihi waktunya. Dan mobil itu adalah mobil khusus. Contohnya anti peluru dan lain-lain. Dan elektroniknya itu ada umurnya. Jadi ada umur 10 tahun ya sudah. Kalau sudah 10 tahun mungkin juga kalau diperbaiki sulit," kata Heru di Kemendagri, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Dia menuturkan, sejauh ini total 8 ada mobil dinas Kepresidenan. Adapun itu digunakan tidak hanya saat berada di Jabodetabek, tapi juga di luar daerah.

"Kami memiliki 8 dibagi dengan Pak Presiden dan Pak Wapres. Semuanya kelas S 600 (Mercedes-Benz S-Class tipe 600 guard). Tetapi itu dengan kegiatan Bapak Presiden, Bapak Joko Widodo selaku Presiden yang berkeliling se-Indonesia, itu masih kurang. Karena harus memberangkatkan itu H-3, H-4, kami sudah berada disana," jelas Heru.

Jadi kami harus berbagi itu 8. Dan disini juga harus ada cadangan. Di Jakarta tidak boleh tidak ada. Contoh Bapak Presiden kemarin ke Bali, berarti kan dari Bogor ke Halim sudah mobil satu, satunya kan harus cadangan. Dua harus di Jakarta. Di daerah itu harus ada dua, satu yang digunakan bapak, satu cadangan. Itu protap. Tapi kan ini enggak," lanjut dia.

Di daerah, masih kata dia, sejauh ini hanya satu. Artinya terkadang menggantikan dengan non standar. "Kami selaku penanggung jawab dan Paspampres kan kalau bekerja di luar standar ya gimana," cerita Heru.

Dirinya memastikan tidak akan 8 langsung diganti semuanya. Semua proses bertahap.

"Nanti ditanyakan ke Setneg, tapi kami kan bertahap, tentu kami memahami bahwa keuangan negara juga harus diprioritaskan untuk yang lainnya. Besok kan beli mungkin 2, tahun depan tambah dua," ungkap Heru.

Sementara mobil yang lama, masih kata dia, itu menjadi cadangan ataupun kebutuhan tamu negara.

"Yang lama jadi cadangan. Belum untuk kebutuhan tamu negara, tamu negara kita hanya satu. Kira-kira seperti itu," pungkasnya.

Mogok

Heru mengatakan bukan tanpa masalah mobil Presiden itu. Bahkan sering mogok berkali-kali.

"Ya kan berkali-kali (mogok). Power window (jendela) enggak jalan, elektrik enggak jalan. Lantas pernah semua sound sistem di dalam mobil bunyi. Radio semua bunyi, kan enggak nyaman," kata Heru di Kemendagri, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Selain itu pernah ada indikatornya berwarna kuning dan merah. Semuanya hidup. "Ya berarti kan enggak boleh dipakai," ungkap Heru.

Menurut dia, wajar penggantian ini. Mengingat selain usia, tapi aktivitas dari Presiden juga.

"Kan aktivitasnya tinggi. Dilihat dari kilometernya. Jakarta-Bogor, terus keliling," jelas Heru.

Setali tiga uang, masih kata dia, meski Jokowi menggunakan Mercedes-Benz S-Class tipe 600 guard dan mobil Menteri Toyota Crown, nasibnya sama.

"Saya dengar beberapa menteri enggak pakai kendaraan itu karena sering mogok. Mesinnya panas dan lain-lain," pungkasnya. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini