Suara hati keluarga tuntut keadilan atas kematian Yuyun

Minggu, 8 Mei 2016 08:45 Reporter : Anisyah Al Faqir
Suara hati keluarga tuntut keadilan atas kematian Yuyun Saya bersama Yuyun. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Yuyun (15) merupakan seorang pelajar SMPN 5 Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu, yang menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh 14 orang pemuda di bawah pengaruh alkohol.

Saat itu, Yuyun yang mengenakan seragam pramuka hendak pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Untuk sampai ke rumah, Yuyun harus melintasi hutan yang sepi.

Namun, saat melintasi hutan di pinggir jalan, Yuyn diseret 14 pemuda ke dalam hutan dan diperkosa bergilir dalam kondisi tangan terikat.

Setelah Yuyun meninggal, jenazahnya dibuang begitu saja dalam hutan. Saat warga mencari keberadaan Yuyun, sebagian pemerkosanya pura-pura ikut membantu mencari dan turut berbela sungkawa.

Berbagai pihak menuntut para pelaku dihukum berat atas perbuatan kejinya itu. Mulai dari masyarakat biasa, tokoh masyarakat, hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut mengecam perbuatan tak berperikemanusiaan tersebut.

Bahkan, Menteri Pemberdayaan perempuan dan anak, Yohana Yembise langsung menemui keluarga Yuyun di Bengkulu dan berjanji untuk mengawal kasus terjadi pada bulan 2 April lalu.

Keluarga Yuyun mejadi pihak yang tersulut emosinya sejak kehilangan anggota keluarga yang sangat penurut dan berprestasi itu.

Yana (30) ibu dari Yuyun meminta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise untuk menghukum berat para pelaku. [ren] SELANJUTNYA

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Pemerkosaan Yuyun
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini