Suap di PN Tangerang untuk memenangkan kasus perdata

Selasa, 13 Maret 2018 21:51 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
KPK gelar Konpres OTT Tangerang. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat tersangka dalam kasus suap di Pengadilan Negeri Tangerang. Empat tersangka itu ialah Hakim Pengadilan Negeri Tangerang berinisial WWN, Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Tangerang TA, Pengacara AGS dan HMS sebagai tersangka.

Hal ini bermula dari komunikasi antara TA sebagai panitera pengganti dan pengacara AGS terkait putusan pengadilan di PN Tangerang. Hasil sidang sebelumnya dibacakan 27 Februari. Berhubung panitera pengganti umrah, ditunda menjadi 8 Maret. TA pun diduga membocorkan putusan yang isinya menolak gugatan.

"Diduga isinya menolak gugatan, dan juga mengupayakan gugatan itu dimenangkan," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat jumpa pers di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/3).

Karena itu, AGS berkordinasi dengan pengacara lainnya HMS untuk menyodorkan uang kepada hakim sebesar Rp 7,5 juta dan sudah diterima lewat TA. Namun, hakim menilai uang tersebut kurang. Sehingga kedua pihak bersepakat dan akan menyetor Rp 30 juta yang sisa 22,5 jutanya menyusul.

"Atas persetujuan HMS bertemu dengan TA di PN Tangerang dan diduga menyerahkan uang 7,5 juta dam . Kemudian di serahkan kepada WWN hakim tadi sebagai ucapan terima kasih. Namun uang tersebut dinilai kurang, sehingga disepakati 30 juta," kata Basaria.

Namun hingga tanggal 8 Maret AGS belum menyerahkan sisa yang disepakati, dan putusan kembali ditunda dengan alasan anggota majelis hakim sedang bertugas keluar kantor. Dan putusan dijadwalkan kembali pada Selasa 13 maret.

Kemudian, tanggal 12 maret kemarin AGS akan menyerahkan sisanya sebesar 22, 5 juta lewat amplop putih dari kebon jeruk ke PN Tangerang untuk menyerahkan kepada TA. Lantas KPK langsung menyergap dan mengamankan keduanya bersama tiga PNS di lingkungan PN, disusul menjemput HMS di kantornya pukul 20.00 WIB.

"Tiba sekitar pukul 16.15 WIB AGS memberikan uang itu kepada TA panitera. Setelah menyerahkan tim mengamankan AGS diparkiran Pengadilan Negeri Tangerang," ujar Basaria.

"Setelah itu tim membawa AGS dan TA bersama tiga orang lainnya ke gedung KPK untuk pemeriksaan awal, kemudian bergerak ke Kebon jeruk mengamankan HMS di kantornya," sambungnya.

Setelahnya, tim bergegas menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk mengamankan ketua majelis hakim PN Tangerang WWN yang baru tiba dari penerbangan Semarang - Jakarta pukul 20.30.

Basaria menjelaskan kasus ini tak melibatkan klien AGS dan HMS. Keduanya hanya berupaya memenangkan kasus karena dijanjikan diberikan keuntungan lebih dari hasil jual tanah.

"Kasus ini sumbernya murni dari pengacara, dari penyelidikan ada kesepakatan antara M sebagai pemilik tanah, ini ada success fee. Jadi pengacara dapat 40 dari hasil jual tanah, 60 40, jadinya advokat ini berusaha semaksimal mungkin memenangkan perkaranya, untuk sementara tidak ada uang yang mengalir dari yang punya perkara, jadi untuk success fee," tutup Basaria. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini