Suap Bupati Rahmat Yasin, bos Sentul City divonis 5 tahun penjara

Senin, 8 Juni 2015 16:07 Reporter : Ferrika Lukmana Sari
Suap Bupati Rahmat Yasin, bos Sentul City divonis 5 tahun penjara Kwee Cahyadi Kumala kembali periksa. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Direktur Utama PT Sentul City, Tbk Kwee Cahyadi Kumala (Swie Teng) divonis lima tahun penjara. Majelis hakim menjatuhkan hukuman satu tahun lebih ringan dari tuntutan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum KPK.

Majelis hakim menilai Swie Teng terbukti secara sah dan meyakinkan menyuap Bupati Bogor nonaktif Rachmat Yasin dan mantan Kadin Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor M Zairin sebesar Rp 5 miliar.

"Swie Teng terbukti melakukan penyuapan melalui FX Yohan Yap terkait pengurusan rekomendasi konversi kawasan hutan lindung seluas 2.754 hektare di wilayah Bogor," kata Ketua Majelis Hakim Sutiyo Sujadi saat membacakan amar putusan pada di Pengadilian Tipikor, Senin (8/6).

Dia juga terbukti melakukan upaya menghilangkan barang bukti, menghalangi penyidikan, penuntutan, dan persidangan, serta memengaruhi saksi di persidangan kasus suap tersebut.

Atas hal tersebut, Kwee Cahyadi dijatuhi pidana selama lima tahun penjara dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan. Serta tambahan denda Rp 300 juta subsider selama 3 bulan kurungan.

Yang menjadi perimbangan hakim memberatkan bos Sentul itu karena tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi di Indonesia. Sedangkan yang meringankan, karena ia belum pernah dihukum, berlaku sopan selama dalam persidangan, telah berusia lanjut, dan sakit-sakitan.

Kwee Cahyadi terbukti melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Selain itu, dia terbukti melanggar pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak pidana korupsi. [ren]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini