Stroke, Gatot Brajamusti batal disidang kasus kepemilikan senpi ilegal

Kamis, 17 Mei 2018 14:26 Reporter : Merdeka
Stroke, Gatot Brajamusti batal disidang kasus kepemilikan senpi ilegal Sidang putusan Gatot Brajamusti. ©2018 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Gatot Brajamusti seyogyanya menjalani sidang kasus kepemilikan senjata api ilegal dan satwa liar. Namun, sidang terpaksa ditunda karena ia sedang dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, karena stroke ringan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sarwoto mengatakan Aa Gatot, sapaannya, sudah dua pekan dirawat di RS.

"Barusan dapat info dari pengacaranya, kurang lebih pukul 13.30. Bilang Aa Gatot masih dalam perawatan," ujar dia di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Mantan guru spiritual Reza Artamevia itu sebelumnya dituntut oleh JPU, tiga tahun kurungan penjara. Selain hukuman penjara, Gatot juga diminta membayar denda sebesar Rp 10 juta subsider tiga bulan kurungan.

Sarwoto dalam tuntutannya mengatakan Aa Gatot dinilai terbukti melakukan tindak pidana seperti diatur dalam Pasal 21 Ayat 2 Huruf a Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem karena memiliki satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.

Kemudian, Aa Gatot juga melanggar Pasal 1 Ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena memiliki senjata api.

"Menyatakan terdakwa Gatot Brajamusti alias Aa Gatot Brajamusti telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan menurut hukum. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Gatot Brajamusti alias Aa Gatot dengan pidana penjara selama tiga tahun dan denda sebesar Rp 10 juta subsider tiga bulan kurungan," kata Sarwoto

Setelah mendengar tuntutan itu, Aa Gatot dan kuasa hukumnya menyatakan akan mengajukan pembelaan terhadap tuntutan yang diajukan JPU.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini