Strategi Ketua KPK Fokus Lakukan Pencegahan Korupsi

Kamis, 12 Maret 2020 15:52 Reporter : Didi Syafirdi
Strategi Ketua KPK Fokus Lakukan Pencegahan Korupsi Ketua KPK konpers korupsi proyek jalan di Bengkalis. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan fokus pencegahan korupsi bukan berarti melupakan penindakan. Keduanya harus dilakukan secara simultan agar agenda pemberantasan korupsi berjalan lebih maksimal.

"Kedua-duanya harus diperkuat. Upaya pencegahan terus digalakkan karena itu melaksanakan amanat undang-undang lebih mengedepankan pencegahan karena dipandang lebih konstruktif, murah dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat," kata Firli kepada merdeka.com, Kamis (12/3).

Firli meminta jangan ada dikotomi kalau pencegahan diperkuat maka penindakan akan melemah. "Tidak boleh begitu, dan tidak ada yang dilemahkan. Pencegahan selalu berkolaborasi dengan penindakan, begitu juga penindakan diikuti dengan pencegahan," tutur jenderal bintang tiga itu.

Menurutnya, sudah banyak langkah dilakukan dalam pemberantasan korupsi. Pertama, pencegahan melaksanakan amanat undang-undang yaitu, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), gratifikasi dan pendidikan anti-korupsi plus kampanye serta sosialisasi.

Kemudian, kata Firli, pencegahan kerugian negara melalui upaya peningkatan penerimaan negara-daerah, pemulihan, pengembalian aset pemerintah dan BUMN. Terakhir, perbaikan sistem untuk mendukung lima program pemerintah; SDM, infrastruktur, regulasi, birokrasi dan transformasi ekonomi.

Mantan Kapolda Sumatera Selatan itu mengaku sudah melakukan inovasi baru dalam melakukan pencegahan. Dia juga mengencangkan sinergi dengan lebih banyak lembaga, misalnya pemulihan aset kerjasama dengan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) dan Kejaksaan Tinggi seluruh Indonesia.

Selain itu, Firli mengatakan, dilakukan juga penguatan Pemda kerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan perwakilannya se-Indonesia. Perbaikan sistem administrasi tata kelola keuangan, pengadaan barang dan jasa, serta monitoring pelaksanaan program pemerintahan negara.

"Integrasi lebih erat dengan penindakan, serta penyelamatan keuangan negara dilakukan secara signifikan," tandasnya. [did]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. KPK
  3. Firli Bahuri
  4. Kasus Korupsi
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini