Stok Habis, Vaksinasi Covid-19 di Tasikmalaya Dihentikan Sementara

Rabu, 28 Juli 2021 21:50 Reporter : Mochammad Iqbal
Stok Habis, Vaksinasi Covid-19 di Tasikmalaya Dihentikan Sementara Vaksin Covid-19 Lansia. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya saat ini terpaksa mengerem sementara kegiatan vaksinasi. Pengereman itu dilakukan karena kondisi stok vaksin Covid-19 yang terbatas.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra mengatakan bahwa dalam kegiatan vaksinasi Covid-19 di Kota Tasikmalaya pihaknya saat ini terkendala dengan distribusi.

"Kita rem pelaksanaan vaksinasi karena belum dapat kiriman vaksin lagi. Saat ini di gudang farmasi Kota Tasikmalaya stok vaksin sudah habis," kata Asep, Rabu (28/7).

Meski kondisi stok vaksin di gudang farmasi kosong, di puskesmas-puskesmas saat ini masih tersedia stok vaksin, namun stok tersebut akan digunakan untuk dosis dua. Pihak Dinkes tidak bisa menyuntikan untuk tahap satu karena semua sudah terjadwal.

"Artinya, suntikan dosis kedua sudah dijadwal, by name by address. Bukan berarti ada penyuntikan layanan. Memang ada arahan gubernur untuk mengalokasikan vaksin untuk suntikan kedua disuntikan dulu ke masyarakat lain. Namun berdasarkan surat edaran dari pusat, vaksin untuk dosis kedua itu harus diprioritaskan,” ujar dia.

Atas kondisi ini, Asep mengaku bahwa pihaknya galau karena di sisi lain harus ada percepatan kegiatan vaksinasi namun saat ini alur distribusinya tidak lancar.

“Kita siap saja melakukan vaksinasi dengan cepat, asal vaksinnya ada. Sulit kita melakukan percepatan kalau orangnya ada, tapi vaksinnya tak ada,” ungkapnya.

Di Kota Tasikmalaya, menurut Asep, dalam hal vaksinasi tidak ada kendala lain selain persoalan distribusi. Untuk animo masyarakat, saat ini menurutnya sudah luar biasa karena sertifikat vaksinasi menjadi berbagai persyaratan, mulai perjalanan hingga penerima bantuan sosial.

Untuk distribusi vaksin Covid-19 ke Kota Tasikmalaya, disebut Asep, semuanya tergantung pemerintah pusat.

“Kadang dua minggu sekali, kadang sebulan sekali. Pernah kita kehabisan stok, kita minta buffer stok milik provinsi. Itu pun yang dikasih jauh permintaan. Minta 5.000 vial hanya datang 500 vial,” sebutnya.

Saat ini, di Kota Tasikmalaya, jumlah warga yang sudah disuntik vaksin Covid-19 mencapai 17,26 persen dari target sasaran 560.243 orang warga. “Dari 17,26 persen itu, baru 9 persen yang sudah disuntik dosis kedua,” tutup Asep. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini