Staf Ahli Kapolri Sambut Positif Dibukanya Posko Pengaduan Rekam Jejak Capim KPK

Rabu, 17 Juli 2019 11:26 Reporter : Henny Rachma Sari
Staf Ahli Kapolri Sambut Positif Dibukanya Posko Pengaduan Rekam Jejak Capim KPK Irjen Ike Edwin temui Slank. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Staf Ahli Kapolri Irjen Ike Edwin menyambut positif dibukanya posko pengaduan masyarakat terkait rekam jejak para kandidat pimpinan KPK yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Ia menilai, posko bisa berjalan berbarengan dengan yang dibuat panitia seleksi (Pansel) Capim KPK.

Posko tersebut dibuka oleh sejumlah LSM, seperti Indonesia Corruption Watch (ICW), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Pusat Studi Hukum dan Kebijakan, LBH Jakarta, Yayasan LBHI, Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Fakultas Hukum Universitas Indonesia, LBH Pers, Saya Perempuan Anti Korupsi Indonesia, Indonesia Legal Roundtable, dan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi.

"Tentunya pengaduan yang disampaikan ke Pansel yang mempunyai legalitas sebagai panitia seleksi yang resmi dibentuk pemerintah," kata Ike Edwin yang lolos seleksi administrasi Capim KPK di Jakarta, Rabu (17/7).

Koalisi Kawal Capim KPK membuka posko pengaduan masyarakat tersebut di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jalan Pangeran Diponegoro No. 74, Jakarta Pusat, Selasa (16/7) mulai pukul 14.00 Wib.

Meski demikian, jenderal bintang dua yang juga Capim KPK ini menilai posko pengaduan yang diinisiasi koalisi LSM itu dapat menjadi alternatif lain untuk menampung pengaduan masyarakat terkait rekam jejak para Capim KPK.

"Kita harus berpandangan positif menanggapinya. Mungkin koalisi LSM itu ingin membantu Pansel dalam men-tracking rekam jejak para Capim KPK," ujar Mantan Kapolwil Surabaya yang sukses mengungkap kasus restitusi pajak bernilai ratusan miliar rupiah itu.

Tanggapan serupa juga diungkapkan Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih. Menurut dia, koalisi LSM tersebut boleh saja membuat posko pengaduan masyarakat terkait rekam jejak para Capim KPK sepanjang tidak melanggar aturan. "Syukur temuannya bisa membantu Pansel," kata Yenti.

Dulu, kata Yenti, Pansel juga mendapat masukan dari ICW. Meski demikian, kata dia, Pansel juga mempunyai metode sendiri untuk menyaring temuan rekam jejak para Capim KPK.

"Tentu Pansel juga punya metode bagaimana untuk menyaring temuan rekam jejak tersebut, yang akan di-cross dengan hasil rekam jejak dari tracker yang lain," ungkapnya.

Sementara itu, peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan keberadaan posko yang dibuat LSM bersifat independen dan berharap dapat menjadi 'rumah' bagi aduan masyarakat. "Karena adanya kekhawatiran bahwa posko yang dibuat oleh Pansel hanya bersifat formalitas belaka," katanya.

Sebelumnya, Pansel telah mengumumkan para pendaftar Capim KPK yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Dari 376 pendaftar, ada 192 orang yang lulus dan berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya. Latar belakang pekerjaan para Capim KPK yang dinyatakan lolos beragam, mulai dari penegak hukum, aparatur sipil negara, advokat, akademisi hingga sektor swasta. Mereka turut mencoba peruntungan untuk menjadi pimpinan KPK periode 2019-2023. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini