Sosok Mbah Moen, Kiai Kharismatik dan Berilmu Luas

Selasa, 6 Agustus 2019 11:02 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Sosok Mbah Moen, Kiai Kharismatik dan Berilmu Luas Mbah Moen. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kiai Maimun Zubair atau biasa disapa Mbah Moen menghembuskan nafas terakhirnya di usia 90 tahun di Makkah, Arab Saudi, Selasa (6/8). Mbah Moen dikenal sebagai ulama yang bijak. Ia juga memiliki banyak pengalaman tentang agama hingga soal pemerintahan.

Berikut sosok Mbah Moen seperti dikutip dari situs NU:

1 dari 4 halaman

Banyak Mendalami tentang Ajaran Islam

Mbah Moen terlahir dari orangtua yang menguasai ajaran agama Islam. Meski begitu, Mbah Moen tetap mendalami Islam dengan mengaji pada beberapa Kiai. Mbah Moen pernah mengaji di Pesantren Lirboyo, Kediri, di bawah bimbingan Kiai Abdul Karim, Kiai Mahrus Ali dan Kiai Marzuki.

Dilansir dari situs Nu, di usia 21 tahun, Mbah Moen melanjutkan belajar ke Makkah Mukarromah, dengan didampingi oleh kakeknya, Kiai Ahmad bin Syuib.

Di Makkah, Mbah Moen mengaji kepada Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki, Syekh al-Imam Hasan al-Masysyath, Sayyid Amin al-Quthbi, Syekh Yasin Isa al-Fadani, Syekh Abdul Qodir al-Mandaly dan beberapa ulama lainnya.

Kiai Maimun juga meluangkan waktunya untuk mengaji ke beberapa ulama di Jawa, di antaranya Kiai Baidhowi, Kiai Ma'shum Lasem, Kiai Bisri Musthofa (Rembang), Kiai Wahab Chasbullah, Kiai Muslih Mranggen (Demak), Kiai Abdullah Abbas Buntet (Cirebon), Syekh Abul Fadhol Senori (Tuban), dan beberapa kiai lainnya.

2 dari 4 halaman

Mengajar Pesantren di Sarang

Usai mengaji di beberapa wilayah Indonesia dan Mekah, Mbah Moen mengabdikan diri untuk mengajar sekaligus mengembangkan pondok Pesantren al-Anwar di Sarang. Di pesantren ini, para santri bisa belajar tentang kitab kuning dan mempelajari turats secara komprehensif.

Perlu diketahui, Pesantren Al Anwar terletak di tanah kelahirannya, Sarang, Rembang Jawa Tengah.

3 dari 4 halaman

Menjabat sebagai anggota DPRD dan MPR RI

Selama hidupnya, Kiai Maimun memiliki kiprah sebagai penggerak. Ia pernah menjadi anggota DPRD Rembang selama 7 tahun.

Selain itu, beliau juga pernah menjadi anggota MPR RI utusan Jawa Tengah selama tiga periode.

4 dari 4 halaman

Aktif di Politik

Mbah Moen pernah menjadi Ketua Dewan Syuro Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia dekat dengan berbagai politikus dan pejabat, mulai dari Presiden hingga pejabat-pejabat negara lainnya. Mbah Moen juga menjadi penengah saat panasnya situasi politik sebelum Pilpres 2019.

Sebelumnya, Mbah Moen memilih bergabung ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Di saat NU sedang ramai mendirikan PKB tahun 1998, Mbah Moen lebih memilih tetap di PPP, partai dengan gambar Ka'bah.

Di PPP Mbah Moen menduduki posisi sebagai Ketua Mejelis Syariah PPP. Mbah Moen pernah mengatakan PPP bukan hanya untuk agama Islam, tapi PPP hadir untuk Indonesia.

"Kehadiran PPP bukan hanya untuk agama (Islam), tapi untuk bangsa Indonesia," kata Ulama karismatik pengasuh Ponpes Al-Anwar ini, saat menghadiri Harlah PPP di Bantul, (16/1/2019). [has]

Baca juga:
Prabowo Berduka atas Wafatnya Mbah Moen: Kita Kehilangan Teramat Sangat
KH Maimun Zubair, Ulama Ahli Fikih yang Menjadi Rujukan Ulama Indonesia
Cerita Mbah Moen Lebih Pilih Naik Mobil Polisi Daripada Alphard
KH Maimun Zubair Meninggal, PBNU Sebut Indonesia Kehilangan Tokoh Pengayom Umat
Dapat Kabar Mbah Moen Wafat, Menag Bergegas ke RS An Noer Mekkah
Keluarga Musyawarahkan Pemakaman KH Maimun Zubair

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini