Sosialisasi ikan predator, Balai Karantina DIY kumpulkan pedagang dan penghobi

Kamis, 12 Juli 2018 04:05 Reporter : Purnomo Edi
Ikan Aligator. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Balai Karantina ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Yogyakarta mengumpulkan puluhan pedagang dan penghobi ikan hias. Dikumpulkannya para pedagang dan penghobi ini untuk melakukan sosialisasi peredaran ikan berbahaya dan invasif di daerah DIY, Rabu (11/7).

Kepala Sub Tata Pelayanan BKIPM DIY, Maria Thresia Sundah mengatakan sosialisasi dilakukan dengan tujuan mencegah peredaran ikan predator yang invasif di wilayah DIY. Adanya sosialisasi diharapkan agar masyarakat bisa mengerti bahaya dari ikan predator tersebut. Selain itu masyarakat juga bisa mengetahui jenis-jenis ikan apa saja yang masuk ke kategori ikan predator dan invasif.

"Ada beberapa jenis ikan predator yang dijual dan dipelihara oleh masyarakat. Di antaranya ikan arapaima, aligator, piranha, sapu-sapu dan lainnya," ujar Maria.

Maria menuturkan pihaknya juga meminta kepada para penjual maupun penghobi yang memelihara ikan predator dan invasif ini untuk bisa menyerahkan ikan tersebut ke BKIPM. Batas waktu penyerahan adalah dari 1-31 Juli 2018.

"Kami minta kepada masyarakat agar mau menyerahkan ikan predator yang dipelihara kepada kami. Batas waktu penyerahan adalah 31 Juli mendatang. Ada aturan yang melarang pemeliharaan ikan-ikan tersebut," urai Maria.

Maria beralasan penyerahan ikan dilakukan untuk menjaga ekosistem sungai agar tetap terkendali. Sebab, ada beberapa kasus di kota lain yang para penghobi atau penjual membuang ikan predator dan invasif ini ke sungai.

"Di DIY memang belum ada tetapi kami berusaha mencegah jangan sampai ada. Saat ini sudah ada beberapa yang menyerahkan ikan predator ke kami. Ada 6 ikan arapaima dan lima ikan sapu-sapu yang sudah diserahkan pada kami. Kami masih menunggu penyerahan predator dari masyarakat yang lainnya," ungkap Maria.

Sementara itu Joko Handoko salah seorang penghobi ikan predator mengaku tak tahu jika ikan Aligator yang dipeliharanya itu masuk kategori terlarang. Dirinya baru tahu setelah ada sosialisasi dari BKIPM.

"Saya memelihara dua ikan aligator. Sekarang berukuran 30 cm. Rencana akan saya serahkan ke BKIPM," tutur Handoko.

Handoko menambahkan dirinya sudah lebih dari dua tahun memelihara ikan Aligator tersebut. Awal memelihara dirinya tak tahu jika ikan itu masuk kategori dilarang dipelihara. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Ikan Arapaima
  2. Perikanan
  3. Yogyakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini