Sopir Eks Pejabat Kemensos Ungkap Uang Rp2 Miliar Buat Carter Pesawat Dipakai Juliari

Senin, 29 Maret 2021 19:42 Reporter : Bachtiarudin Alam
Sopir Eks Pejabat Kemensos Ungkap Uang Rp2 Miliar Buat Carter Pesawat Dipakai Juliari Juliari Batubara diperiksa KPK. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Sanjaya, sopir tersangka eks pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso, membeberkan kalau dirinya pernah mengantarkan Joko ketika membawa uang sebesar Rp2 miliar untuk menyewa pesawat pribadi dalam rangka perjalanan dinas Eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Hal itu terungkap dalam persidangan perkara korupsi bantuan sosial se-Jabodetabek tahun 2020 dengan terdakwa penyuap Harry Van Sidabukke di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Senin (29/3).

Uang carter pesawat itu berawal ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanyakan Sanjaya selaku saksi, terkait pengetahuannya adakah uang lain yang diserahkan oleh Joko kepada Juliari. Lantas, Sanjaya mengiyakan adanya penyerahan uang melalui Adi Wahyono, untuk perjalanan dinas Juliari.

"Saya pernah dengar dan mengantarkan Bapak (Joko) pagi-pagi itu ke Bandara Halim Perdanakusuma. Bapak cerita bahwa uang Rp2 miliar ketemu Pak Adi," kata Sanjaya dalam sidang.

"Duit untuk apa katanya?" tanya Jaksa.

"Kalau uang untuk apa saya kurang tahu pak. Kalo kata Pak Joko cerita sih buat sewa pesawat," timpalnya.

Namun demikian, Sanjaya mengatakan kalau dirinya tidak pernah melihat ketika penyerahan uang Rp2 miliar tersebut. Tetapi dia bisa memastikan kalau uang sebanyak itu terdiri atas pecahan Dolar Amerika.

"Uangnya dolar apa rupiah?," tanya Jaksa

"Dolar sepertinya pak," jawab Sanjaya.

Selebihnya, Sanjaya mengaku tidak mengetahui lebih detail terkait carter pesawat yang memakai uang Rp2 miliar itu. Termasuk, terkait tujuan perjalanan dan kebutuhan uang dalam dinas tersebut

"Apakah saudara tahu pada saat itu ada carter pesawat jet pribadi ke Semarang, Kendal?" tanya jaksa

"Kalo carter pesawatnya sih saya enggak tahu pak," jawabnya.

"Penggunaan carter pesawat tadi ada enggak uang lainnya dari Joko. Misalnya untuk kebutuhan di Lampung, Bali?

"Enggak tahu pak,"

Pengusaha sekaligus konsultan hukum Harry Van Sidabukke didakwa menyuap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara sejumlah Rp 1,28 miliar. Suap diberikan Harry karena mendapat pengerjaan proyek pengadaan sembako terkait penanganan pandemi Virus Corona Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Jaksa menyebut, Harry Sidabukke menyuap Juliari lantaran Harry mendapatkan pengerjaan paket sembako sebanyak 1.519.256 melalui PT Pertani (Persero) dan melalui PT Mandala Hamonangan Sude.

Jaksa menyebut, uang suap itu tidak hanya ditujukan kepada Mensos Juliari, melainkan juga terhadap Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk pengadaan barang/jasa bansos Covid-19 pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini