Sonya Depari harusnya malu lihat anak jenderal jujur ini

Kamis, 7 April 2016 11:06 Reporter : Ramadhian Fadillah
Sonya Depari harusnya malu lihat anak jenderal jujur ini siswi mengaku anak jenderal. merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Seorang siswi di Medan marah dirazia polisi saat konvoi merayakan kelulusan Ujian Nasional. Dengan angkuh dia menunjuk-nunjuk Polwan di depannya.

Dia berani mengancam akan mencatat nama si Polwan untuk dilaporkan. Cewek yang kemudian diketahui bernama Sonya Depari ini mengaku anak Irjen Arman Depari.

Irjen Arman Depari membantah Sonya adalah anaknya. Arman menegaskan dia hanya punya anak lelaki dan semuanya ada di Jakarta.

Tindakan Sonya ini dikecam banyak pihak. Seorang siswi berani membentak aparat. Mengaku-ngaku anak jenderal untuk lolos dari razia.

Ada kisah menarik bagaimana anak seorang jenderal polisi bersikap. Harusnya putra Jenderal Hoegeng, Aditya S Hoegeng, bisa jadi teladan. Walau anak jenderal bintang empat yang menjabat kepala polisi, Aditya tak pernah bertingkah membawa-bawa nama Hoegeng.

Hoegeng memang tak pernah mengistimewakan anak-anaknya. Jangankan mobil, motor saja mereka tak punya. Kontras benar dengan anak-anak pejabat yang lain.

"Kami juga ingin punya kendaraan bermotor atau mobil. Namun pikiran seperti itu bisa kami atasi dengan cara hidup kami yang sederhana," kata Aditya dalam sambutannya untuk buku Hoegeng, Oase menyejukkan di tengah perilaku koruptif para pemimpin bangsa terbitan Bentang (hal 263).

Semasa kuliah, Aditya bekerja di sebuah bengkel dan toko suku cadang milik Henky Irawan, pembalap terkemuka saat itu. Aditya tak malu, yang penting halal. Uang itu digunakan untuk menambah biaya kuliahnya.

"Bapak tak melarang saya bekerja di mana pun. Beliau hanya berpesan, dimana pun dan apa pun posisimu, bekerjalah dengan benar," beber Aditya menirukan Hoegeng.

Hoegeng pun melarang Aditya masuk polisi, atau memberikan katebelece agar anaknya bisa diterima di Akademi Angkatan Udara. Bagi Hoegeng itu haram. Aditya sempat marah pada ayahnya. Tapi dia kemudian paham maksud bapaknya yang mengajari soal integritas.

"Kami bertiga bangga jadi anak Hoegeng Imam Santosa," kata Aditya. [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini