Soal Wanita Cantik Menangis, Ini Klarifikasi Kubu Ferdy Sambo

Jumat, 2 Desember 2022 10:47 Reporter : Bachtiarudin Alam
Soal Wanita Cantik Menangis, Ini Klarifikasi Kubu Ferdy Sambo Sidang Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Tim Penasihat Hukum Keluarga Ferdy Sambo mengklarifikasi fakta persidangan dari keterangan Richard Eliezer alias Bharada E. Salah satunya Ferdy Sambo disebut jarang pulang ke rumah Duren Tiga, tapi tinggal di rumah Bangka.

"Saya tegaskan keterangan itu tidak benar dan hanya karangan RE (Richard Eliezer) saja dan nanti akan kami buktikan di persidangan klien kami," kata Penasihat Hukum keluarga Ferdy Sambo, Arman Hanis, saat dikonfirmasi, Jumat (2/11).

Kubu Ferdy Sambo juga membantah kesaksian Bharada E yang mengatakan, hubungan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo tak harmonis. Bahkan, ada kesaksian wanita cantik menangis keluar dari rumah Bangka, usai Ferdy dan Putri datang ke lokasi tersebut. Dalam kesaksiannya, Putri dan Sambo memperlihatkan mimik wajah yang marah.

"(Hubungan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi) Iya (harmonis), salah satu buktinya tanggal 7 Juli (2022) perayaan Anniversary perkawinan di Magelang. Sudah kami sampaikan di persidangan sebelumnya," ucap Arman.

2 dari 6 halaman

JC Harus Jujur

Menurut Arman, jika keterangan Bharada E itu benar haruslah dibuktikan, tidak cuma dengan ucapan. Namun harus adanya bukti lain seperti video atau foto maupun keterangan saksi lain yang mendukung.

Oleh sebab itu, Arman meminta Bharada E memberikan keterangan yang benar. Terlebih, dia berstatus sebagai justice collaborator (JC) pada perkara pembunuhan berencana Brigadir J.

"Ingat, harusnya JC jujur di sidang, tidak mengarang cerita, apalagi bohong," ucap Arman.

3 dari 6 halaman

Pengakuan Lengkap Bharada E

Berawal dari keterangan Bharada E, saat Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso yang bertanya terkait dengan hubungan keluarga pasangan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi apakah sempat ada pertengkaran antara mereka berdua sebelum keberangkatan di Magelang, Jawa Tengah pada Juli 2022 lalu

"Pada waktu sebelum kejadian di Magelang, apakah ada peristiwa- peristiwa lain yang misalnya semacam kaya pertengkaran saudara PC dan FS, atau PC dengan Yosua?" kata Wahyu bertanya ke Bharada E saat sidang di PN Jakarta Selatan, Rabu (30/11).

"Siap yang mulia, jadi pada waktu bulan juli, itu saya sempat naik piket bersama almarhum Yosua padahal almarhum ini ajudan ibu. Tapi karena bang Mateus ini sedang jaga, jadi yang naik piket saya sama almarhum," kata Bharada E mengawali cerita.

Setelah itu, Bharada E menjelaskan ketika piket tiba-tiba melihat Putri turun tangga dari rumah pribadi di Jalan Saguling disusul Brigadir J dengan membawa senjata dari lantai dua.

"Sambil kita bertiga saya, Almarhum (Brigadir J), dan Mateus. Abis itu (Brigadir J Bilang) 'Dek Richard kamu di mobil sendiri di belakang’. Jadi kami jalan ke arah Kemang, tapi belum di kediaman yang mulia (rumah Bangka)," kata Bharada E.

4 dari 6 halaman

Namun demikian, Bharada E mengaku tak mendapat kejelasan dari Brigadir J maksud tujuan saat itu pergi ke rumah Bangka. Setelah berkeliling dahulu di area Kemang, baru rombongan Putri tiba di Rumah Bangka dengan ekspresi marah.

"Jadi pada saat di kediaman Bangka. Ibu turun, saya lihat ibu seperti marah yang mulia itu ada. Lalu masuk semua turun, Bang Yos bilang Chad parkir mobil di belakang," ujarnya.

Tak lama sekitar 30 menit setelah rombongan Putri tiba di Rumah Bangka, lalu Ferdy Sambo dengan raut muka seperti marah, tiba bersama dengan ajudan Saddam.

"Pak FS kayak marah-marah juga langsung masuk ke dalam rumah. Almarhum bilang Chad nanti ada Pak Eben datang, rekannya bapak, pas datang saya tidak melihat. Karena pada saat itu saya sedang di belakang, saya tidak tahu Pak Eben datang dengan siapa," katanya.

5 dari 6 halaman

Tidak melihat tamu yang dimaksud Pak Eben, Bharada E malah kembali diperintah Brigadir J untuk berada di area luar rumah Bangka. Dimana di area dalam rumah hanya diperbolehkan dua ajudan yakni Brigadir J dan Mateus.

Sedangkan ajudan lainnya seperti Adzan Romer, Saddam dan asisten rumah tangga (ART) di pintu belakang. Sedangkan Bharada E, Alfon, dan beberapa sekuriti ada di pintu depan

Bharada E yang tidak tahu apa terjadi di dalam. Namun saat menunggu, dia melihat tiba-tiba ada perempuan keluar sambil menangis dari dalam area pekarangan rumah Bangka.

"Nanti sekitar satu, dua jam baru tiba-tiba ada orang keluar kan pagar kami tutup. 'Fon ada orang keluar saya lihat ada perempuan' saya tidak kenal yang mulia. Saya bertanya-tanya ini siapa perempuan itu menangis," katanya.

6 dari 6 halaman

Akan tetapi, saat dihampiri Bharada E, perempuan itu hanya meminta agar dipanggilkan sopir pribadinya yang berada di sebelah rumah. Tak lama tiba sopirnya, wanita itu pun pergi tanpa menjelaskan apapun kepada Bharada E.

"Tapi memang saya tidak tahu siapa dan ada apa di dalam. Perempuan itu cuman bilang mau cari drivernya, saya cari ke samping Mobil Pajero Hitam kalau tidak salah," ujarnya.

Lantas semenjak kejadian wanita keluar sambil menangis di Rumah Bangka, lanjut Bharada E, Ferdy Sambo lebih sering tinggal di rumah pribadi jalan Saguling.

"Semenjak kejadian itu, Pak FS sudah lebih sering tinggal di Saguling," terangnya.

[rnd]

Baca juga:
Saksi Pastikan AKP Irfan Laksanakan Perintah Sah, Amankan CCTV Komplek Polri
Kubu Brigadir J Beberkan Perempuan di Rumah Sambo: Ada si Cantik Berseragam Cokelat
Hendra Kurniawan Akui Perintahkan Anak Buah Amankan CCTV TKP Pembunuhan Brigadir J
Fakta Baru Pembunuhan Brigadir J: Ada 26 Kali Upaya Paksa Matikan CCTV di Rumah Sambo
Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Kembali Jalani Sidang Obstruction of Justice
Ini 3 Kejanggalan Penyelidikan Kasus Brigadir J Ditemukan Timsus Polri

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini