Soal PTM, Dokter Anak Singgung Ketersediaan Fasilitas Tes PCR di Daerah

Selasa, 28 September 2021 21:43 Reporter : Ya'cob Billiocta
Soal PTM, Dokter Anak Singgung Ketersediaan Fasilitas Tes PCR di Daerah Simulasi PTMT di Depok. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Sebagian besar sekolah sudah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, seiring melandainya pandemi Covid-19 di Indonesia. PTM terbatas diizinkan untuk daerah dengan status PPKM level 2 dan 3, termasuk wilayah Jawa-Bali.

Dokter spesialis anak Mayapada Hospital Bogor BMC, dr. Andreas menilai keputusan untuk menggelar PTM sekarang sebagai kebijakan yang terburu-buru. Beberapa alasan yang diungkapkan di antaranya terkait ketersediaan fasilitas tes PCR di setiap daerah untuk mencegah penularan Covid-19.

"Keputusan PTM diambil pemerintah setelah melihat kasus positif dan angka kematiannya sudah turun. Tapi perlu diingat bahwa cakupan vaksinasi anak usia 12-18 tahun di Indonesia belum sampai 80 persen. Masalahnya lagi, ketersediaan fasilitas tes PCR di daerah belum sama banyaknya dengan di Jabodetabek. Ini harus hati-hati juga," kata Andreas yang juga konsultan dokter spesialis anak dari Makuku Family.

hal itu diungkapkan Andreas dalam webinar dengan tema 'Menghadapi Sekolah Tatap Muka, Sudah Siapkah Parents?', Selasa (28/9).

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kesiapan sekolah. "Sekolah wajib menjaga prokes, dan kesiapannya bukan cuma soal wastafel atau ruang kelas. Tapi kesiapan mental guru-guru menghadapi anak yang ricuh dan tidak mengikuti protokol kesehatan," lanjutnya.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah memastikan semua sarana dan prasarana sekolah siap untuk kondisi darurat, misalnya ketika tiba-tiba ada anak yang demam saat di sekolah.

"Di pihak orang tua, juga harus memastikan anak selalu mematuhi protokol kesehatan. Bagaimana pakai maskernya, harus benar-benar diajari jangan cuma menyuruh," tambahnya.

Sebagai tips, saat PTM sudah efektif berjalan, orang tua harus tahu gejala infeksi virus corona pada anak. "Kasus covid-19 pada anak seringkali tidak langsung ketahuan seperti orang dewasa. Gejalanya ringan seperti tiba-tiba lemas, bahkan demamnya pun tidak terlalu tinggi. Ini yang perlu diperhatikan saat tatap muka nanti," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, CEO Makuku Family, Jason Lee mengungkapkan webinar ini diperlukan untuk membantu para orang tua agar lebih siap menghadapi sekolah tatap muka, terutama dari segi kesehatan.

"Kita ingin sharing ke semua tentang informasi kesehatan. Terutama bagaimana cara kita mengurangi atau mencegah penyebaran covid-19 selama PTM," kata Lee. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Belajar Tatap Muka
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini