Soal kecelakaan, sopir Kopaja salahkan volume kendaraan

Senin, 21 September 2015 07:00 Reporter : Supriatin
Soal kecelakaan, sopir Kopaja salahkan volume kendaraan kopaja terbalik. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Irwansyah (50) tak setuju jika sopir Kopaja ugal-ugalan kerap dituding sebagai penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas. Dia menegaskan, kecelakaan terjadi lantaran meningkatnya volume kendaraan di Jakarta.

"Kecelakaan di jalan itu akibat meningkatnya volume kendaraan. Sepeda motor semakin banyak, Kopaja itu agak susah bergerak, ke kiri nabrak, ke kanan banyak kendaraan. Saya juga pernah, bukan karena ugal-ugalan," tegas Irwansyah saat berbincang dengan merdeka.com di Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (18/9).

Selain meningkatnya volume kendaraan, dia menilai kurangnya pengawasan pihak keamanan di setiap titik kemacetan juga turut memberi andil. "Sehingga pengendara itu kadang enggak ngikut jalur, ada yang menerobos jalur busway. Nah, itukan jadi penyebab kecelakaan. Motor, Kopaja, menerobos ke jalur Busway," ujarnya.

Setiap hari, ungkap Irwansyah, sopir Kopaja tidak dituntut untuk menyetor dengan jumlah yang tinggi. Jumlah setoran tentunya bervariasi dan ditentukan dari pemilik Kopaja itu sendiri.

"Kadang Rp 300 ribu sehari. Kalau paling dikit sih Rp 200 ribu. Bahkan kalau sepi itu Rp 50 ribu. Kita enggak maksain diri, namanya juga nyari rezeki kan enggak gampang," ungkap Irwansyah.

Sebagai pengguna jalan, Irwansyah mengaku sangat berhati hati saat mengendara. Bukan saja mengancam jiwa diri sendiri, melainkan mengancam nyawa pengendara lain. Dia pun tak menampik adanya ulah beberapa sopir Kopaja lain. "Yah, ada. Tapi enggak semua."

"Pekerjaan itu semua berisiko. Bukan hanya Kopaja yang bisa kecelakaan. Pekerjaan apapun bisa tabrakan di jalan. Yang penting tingkatkan kewaspadaan, hati-hati," tandasnya. [did]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini