Soal isu perdagangan 16 WNI, ketua DPR desak Komisi I panggil dubes China

Kamis, 20 September 2018 14:15 Reporter : Sania Mashabi
Soal isu perdagangan 16 WNI, ketua DPR desak Komisi I panggil dubes China Ketua DPR Bambang Soesatyo. ©2018 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengutuk keras perdagangan 16 perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) ke China. Bamsoet mengatakan, tindakan itu sangat biadab.

"Ini perbuatan biadab memperdagangkan manusia, tidak hanya hukum di Indonesia tapi juga hukum di Internasional pun mengatur hukuman yang mengatur hukuman yang berat bagi pelaku-pelakunya," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/9).

Politisi Partai Golkar ini meminta agar jaringan penjualan manusia itu bisa segera dibongkar. Serta diberi hukum yang berat.

"Komisi I dan komisi terkait sudah mendorong Menaker, Menteri Pemberdayaan Perempuan plus Menteri Luar Negeri untuk menginvestigasi maupun dari pihak berwajib atau kepolisian untuk menemukan jaringan mereka di Indonesia," ungkapnya.

Bamsoet meyakini, Komisi I DPR akan memanggil duta besar China untuk Indonesia. Hal itu guna meminta penjelasan lebih lanjut mengenai kasus tersebut.

"Ya pasti komisi I itu pasti akan memanggil duta besar China untuk memberikan penjelasan," ucapnya.

Sebelumnya, 16 perempuan WNI dijual ke Tiongkok (China). Mereka dijual oknum tak bertanggungjawab untuk melakukan kawin kontrak. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini