Soal GP Ansor Disebut Sesat, Cak Imin Minta Dubes Arab Saudi Dipulangkan

Selasa, 4 Desember 2018 15:49 Reporter : Ronald
Soal GP Ansor Disebut Sesat, Cak Imin Minta Dubes Arab Saudi Dipulangkan Cak Imin saat jadi jurkam kampanye akbar Gus Ipul-Puti di Madiun. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar meminta Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osamah Muhammad Al Shuaibi, segera meminta maaf kepada GP Ansor dan NU. Tak cuma itu, dia juga meminta Osamah dipulangkan ke Arab Saudi.

Hal ini terkait pernyataan Osamah di akun Twitter nya yang menyebut pihak pembakar bendera bertuliskan kalimat tauhid di Garut dinaungi ormas sesat.

"Ya segera minta maaf lah. Harus minta maaf. (Dipulangkan) Ya itu sebagai reaksi protes," katanya saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).

Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar, mengatakan apa yang dilakukan oleh Osamah telah melampaui dari wewenang. Karenanya, dia meminta agar Osamah dipulangkan.

"Ya tentu ini sangat-sangat mengecewakan dan saya mengapresiasi Kemenlu mengambil tindakan-tindakan, menegur dan kalau tidak saya harap segera meminta maaf atas pernyataan itu, karena itu terlalu campur tangan urusan dalam negeri orang," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj melakukan protes keras atas pernyataan Osamah Muhammad Al Shuaibi di akun Twitter. Said menilai Osamah telah mencampuri urusan politik Indonesia.

"Osamah melakukan pelanggaran keras diplomatik, yaitu mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannya," kata Said dalam jumpa persnya di kantor PBNU, Jakarta, Senin (3/12) kemarin.

Said menyatakan, lewat akun Twitternya, Dubes Saudi untuk Indonesia itu memberi pujian atas kegiatan Reuni 212 yang disebutnya gerakan membela kalimat tauhid. Said memandang Dubes Osamah melakukan kesalahan karena menyebut pihak pembakar bendera Tauhid di Garut dinaungi ormas sesat.

"Osamah telah dengan sengaja menyebarkan fitnah dengan menuduh bahwa aksi pembakaran bendera dilakukan oleh organisasi yang dimaksud dengan mengatakan jamaah 'almunharifah' yaitu organisasi sesat atau menyimpang," kata dia.

Padahal, kata dia, GP Ansor selaku organisasi sayap NU sudah memberikan sanksi kepada oknum di strukturnya yang melakukan pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid. Dia mengatakan pembakaran dilakukan di luar prosedur standar. Bahkan keluarga besar NU menyesalkan kejadian tersebut. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini