Smart SIM Catat Pelanggaran Pengendara untuk Sistem Penilaian

Kamis, 5 September 2019 14:32 Reporter : Merdeka
Smart SIM Catat Pelanggaran Pengendara untuk Sistem Penilaian Dalam Smart SIM Akan Berlakukan Sistem Penilaian. ©2019 Liputan6.com/Yopi

Merdeka.com - Smart SIM atau SIM Pintar akan dikeluarkan secara resmi secara serentak seluruh Indonesia oleh Kepolisian Lalulintas Polri (Korlantas) pada 22 September mendatang. Ada beberapa fitur baru dalam SIM Pintar tersebut, seperti integritas dengan uang elektronik.

Selain itu, kata Kepala Kepolisian Lalulintas Polri (Kakorlantas) Irjen. Refdi Andri, SIM Pintar ini juga akan diikuti pemberlakuan sistem penilaian bagi pengendara. Maksudnya adalah pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas selain akan diminta untuk membayar denda, juga diberikan poin buruk.

Poin, kata Refdi, akan di simpan baik di dalam chip di SIM tersebut, maupun server milik Korlantas. "Bahwa semua pelanggaran yang ringan bobot 1, pelanggaran sedang 3, dan berat hingga 5," tutur Refdi di Gedung NTMC, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (5/7).

Refdi juga menerangkan, batas maksimal pelanggaran ialah 15 poin kesalahan. Bilamana seorang pengendara telah memperoleh 12 poin pelanggaran, maka bisa ditindak tegas dengan pencabutan SIM.

"15 Poin (akan) dicabut atau ujian ulang pada saat pengendara melakukan perpanjang SIM," jelasnya.

Kendati begitu, Refdi tidak merinci pelanggaran-pelanggaran seperti apa yang bisa mendapatkan poin 5, yaitu pelanggaran berat, maupun poin 1 atau 3. Atau pelanggaran ringan dan sedang.

Jika Smart SIM Disita, Bagaimana Nasib Uang Elektronik di Dalamnya?

Refdi menegaskan banyak masyarakat yang masih bingung bagaimana nasib uang elektronik yang tersimpan jika kartu Smart SIM disita polisi. Ia mengatakan penggunaan yang ingin mengaktifkan fitur uang elektronik dalam SIM Pintar akan terlebih dahulu diminta mendatangi surat pernyataan. "Sebelum dilakukan aktivitas (uang elektronik) ada pernyataan. Pernyataannya pun bisa dilihat oleh pemilik SIM," bebernya.

Selain itu, pemilik SIM juga akan melihat jumlah nominal saldo uang elektronik yang ada dalam SIM tersebut. Maka, kata Refdi, jika petugas menyita SIM itu tidak bisa dikatakan petugas menyita uangnya.

Karena uang akan tetap tersimpan di dalam SIM. Dan uang akan kembali bisa digunakan bilamana SIM tersebut sudah kembali kepada sang pemilik.

"Semua dicatat berapa saldonya saat itu. Ketika polisi melakukan penyitaan itu," kata Refdi.

Tidak Bisa Dipindahkan

Refdi juga menegaskan, bila SIM Pintar itu hilang, maka saldo uang elektronik yang ada di dalam SIM juga ikut lenyap. Hal itu karena uang elektronik di SIM Pintar berbasiskan pada chip bukan server milik Korlantas.

"Namun jika SIM rusak atau ada perpanjangan, maka uang bisa dipindahkan ke SIM baru," jelas Refdi.

Reporter: Yopi Makdori [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Smart SIM
  2. Polri
  3. Liputan6.com
  4. SIM
  5. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini