Skandal pungli berjemaah pimpinan dan pegawai Pelni Kupang

Kamis, 21 September 2017 09:32 Reporter : Ya'cob Billiocta, Ananias Petrus
Skandal pungli berjemaah pimpinan dan pegawai Pelni Kupang Kabag Ops Pelni Kupang dan 7 Pegawai lapangan ditetapkan tersangka pungli. ©2017 Merdeka.com/yuven

Merdeka.com - Praktik pungli di kantor PT Pelni Cabang Kupang akhirnya terbongkar. Tim Saber Pungli Polda NTT menangkap tangan 10 orang, terdiri dari pimpinan hingga petugas lapangan, Selasa (19/9) sore. Delapan orang ditetapkan tersangka. Barang bukti OTT Pungli ini mencapai Rp 19 juta lebih.

Ketua Tim Saber Pungli Direktorat Kriminal Khusus Polda NTT AKBP Joshua Tampubolon mengatakan, operasi ini dilakukan terkait laporan masyarakat yang mengeluh sering diminta uang dan barang yang akan dimuat ke atas kapal Sabuk Nusantara, tujuan Kupang-Pulau Kisar Maluku.

"Berdasarkan dari pengaduan masyarakat ya pada Polda NTT dan atas perintah Pak Kapolda, kita langsung turun ke lokasi. Kemudian setelah kita lakukan penyelidikan selama satu bulan, fakta-fakta di lapangan ternyata benar, sehingga kami mengamankan petugas petugas pungutan liar di pelabuhan," kata AKBP Joshua.

Selain melakukan pungli di kapal, mereka juga melakukan pungli di parkiran dan biaya karcis masuk ke area pelabuhan. Hasil pungutan ini kemudian diserahkan kepada kepala cabang PT Pelni Cabang Kupang.

"Kami kembangkan sampai ke kantor ini, kantor Pelni dan kami mengamankan para stafnya termasuk Kacab, Kabag Keuangan dan Kabag Operasional dan Kasir. Untuk sementara kami masih melakukan pendalaman dulu ya," ujar Joshua.

Untuk kepentingan penyelidikan, ruangan kasir dan kepala bagian keuangan langsung dipasang garis polisi. Sementara Kepala Cabang, Kepala Bagian Keuangan, Kepala Bagian Operasional, Kasir, serta enam orang petugas pelabuhan langsung dibawa ke Mapolda NTT untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Kepala Bagian Operasional bersama tujuh petugas lapangan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka langsung ditahan.

Delapan tersangka masing-masing berinisial HP selaku Kepala Bagian Operasional PT Pelni Cabang Kupang. Sementara 7 pegawai lapangan yakni, AL, RD, ML, GB, NA, KIB dan ID. Mereka tertangkap tangan melakukan pungutan liar terhadap penumpang kapal di Pelabuhan Tenau.

Tersangka HP mengakui bahwa praktik pungli di pelabuhan Tenau Kupang, sudah berlangsung sebelum dia ditugaskan di Kupang beberapa waktu lalu.

"Kami juga mengamankan NAS dengan temannya AL yang melakukan pungutan dan setelah kami mengamankan kami interogasi pengakuan mereka, mereka melakukan pungutan atas perintah dari Kabag Operasional atau inisial HP dan dari mereka kami sita handphone," katanya.

Dia menambahkan, dari tangan para pelaku, polisi menyita uang hasil pungli sebesar Rp 19.221.000, belasan buah handphone, dan beberapa dokumen penting di dalam ruangan Kasir, Keuangan serta ruangan Kepala Bagian Operasional.

"Kami juga melakukan penggeledahan dan kami temukan di dalam tas yang ditemukan di diri ID-nya terdapat uang tunai sebesar Rp 11.021.000, satu buku catatan pembayaran dan satu buku absensi kerja buruh TKBM yang diakui uang tersebut didapat dari pungutan jasa upah angkut barang dari dermaga kapal Sabuk Nusantara 34," ujarnya.

Sementara nasib Kepala Cabang PT Pelni Kupang Adrian. Walau diperiksa sebagai saksi dan dikenakan wajib lapor 1 x 24 Jam, Adrian juga bisa ditetapkan sebagai tersangka karena semuanya berkaitan.

Para tersangka dijerat Pasal 12 Huruf e Undang-Undang 31 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang diubah dan ditetapkan dengan Undang-Undang 20 Tahun 2011 Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP, dan Pasal 368 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini