Situs Sekaran Bukti Penggunaan Teknologi Maju Sebelum Era Majapahit

Jumat, 5 April 2019 14:38 Reporter : Darmadi Sasongko
Situs Sekaran Bukti Penggunaan Teknologi Maju Sebelum Era Majapahit Mendikbud Muhadjir Effendy pantau UNBK di Malang. ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Situs Sekaran yang ditemukan di jalur Tol Malang-Pandaan seksi V, dinilai sebagai sebuah temuan penting dalam sejarah Indonesia. Karena itu perlu dilakukan kajian lebih jauh guna mengetahui nilai dan korelasi sejarahnya secara mendalam.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, situs era pra Majapahit tersebut memiliki sifat anomali konteks dalam sejarah peradaban Malang. Karena memang memiliki kekhususan dibandingkan temuan-temuan sebelumnya.

"Ini situs sebelum Majapahit dan ini anomali konteks dalam sejarah peradaban Malang. Karena bangunan-bangunan candi dan situs-situs tempat persembahan ataupun tempat ibadah itu biasanya bahan bakunya dari batu gunung. Tapi ini justru dari batu bata, tapi pengolahannya menggunakan teknologi tinggi. Karena kualitasnya saya amati, meskipun saya bukan ahli, mendekati keramik," jelas Muhadjir Effendy di Situs Sekarang, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jumat (5/4).

Kata menteri Muhadjir, kajian dari temuan tersebut bukan tidak mungkin akan menjadi referensi baru dalam sejarah, bahkan mengubah keterkaitan sejarah. Walaupun memang masih diperlukan waktu panjang untuk proses kajiannya oleh para arkeolog.

"Jadi akan mengubah, bisa mengubah berbagai macam teori yang berkaitan dengan sejarah perkembangan tentang Malang dan sekitarnya," jelasnya.

Kemendikbud melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) telah melakukan proses ekskavasi situs Sekaran. Selanjutnya diteruskan riset dan penelitian, termasuk merekonstruksi bangunan dan sejarahnya.

"Sehingga akan kita cari mata rantai sejarah peradaban bangsa Indonesia, khususnya yang berkembang di Malang dan sekitarnya," jelasnya.

Sekarang sedang dalam proses lanjutan, setelah ekskavasi dilakukan oleh BPCB. Keseluruhan tahapan akan menggunakan anggaran yang sudah dialokasikan oleh Kemendikbud.

Kemendikbud akan berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota Malang, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tim dari Pusat Penelitian Arkeologi yang akan melakukan proses tersebut.

"Ada tim khusus Kementerian. Kita kan punya namanya Kepala Pusat Penelitian Arkeologi di Jakarta, dari pusat," katanya.

Terkait pembangunan jalan tol akan dilakukan pergeseran sekitar 8 meter dari pusat jalan yang sekarang. Dipastikan, baik pembangunan jalan tol maupun pelestarian situs cagar budaya dapat berjalan beriringan.

"Sudah dibelokkan 8 meter dari situs. Meski belum ada penetapan situs, tol masih bisa dilanjutkan. Tidak mengganggu, kan sudah dibelokkan 8 meter," katanya.

Sementara di tempat yang sama, Andi Muhammad Said, Kepala BPCB Trowulan Mojokerto mengatakan, berdasarkan ketentuan pemerintah akan berbagi peran. Salah satunya pemerintah daerah akan mengurus masalah perlindungan.

"Itu kan belum selesai tuh artinya masih ada penelitian lagi. Ya nanti pagarnya disesuaikan dengan kondisi situsnya," tegasnya mendampingi Mendikbud.

Sesuatu yang berkaitan dengan pengamanan diserahkan kepada pemerintah daerah dan nantinya dibutuhkan petugas pemantau. Sementara tanggung jawab dilakukan petugas terdekat. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini