Situs Purbakala Rusak Akibat Proyek Tol Malang, Ditemukan Uang Kono hingga Anting

Senin, 11 Maret 2019 10:14 Reporter : Darmadi Sasongko
Situs Purbakala Rusak Akibat Proyek Tol Malang, Ditemukan Uang Kono hingga Anting Situs purbakala kena proyek Tol Malang-Pandaan. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Aneka barang peninggalan sejarah ditemukan di lokasi pembangunan Jalan Tol Malang-Pandaan (Mapan) Seksi V. Artefak tersebut di antaranya dalam bentuk struktur bangunan rumah, peralatan tidur, guci, cermin, gerabah, mata uang China dan anting emas.

Arkeolog Universitas Negeri Malang (UM) Dwi Cahyono mengatakan, temuan itu dalam bentuk arsitektur batu bata dan perangkat rumah tangga. Warga juga menemukan perhiasan logam mulia dalam bentuk anting-anting emas.

"Ditemukan juga perangkat aksesoris berupa logam mulia. Kalau identifikasi saya itu gondel anting-anting. Semula saya mengira cincin, belakangan saya menduga itu mengarah ke anting-anting. Tetapi yang ketemu hanya satu bukan sepasang. Dua orang menemukan bentuknya berbeda," kata Dwi Cahyono kepada merdeka.com, Senin (11/2).

Selain itu juga ditemukan logam dalam bentuk Darpana atau cermin dari perunggu, kelengkapan sirih pinang, lampu gantung kecil, talam berbagai macam, mata uang China dengan jumlah cukup banyak serta keramik.

"Keramik jumlahnya banyak juga, baik gerabah lokal dan impor," tegasnya.

Kata Dwi, melihat struktur bangunan yang ditemukan diduga kawasan tersebut sebagai tempat tinggal. Sementara dari barang-barang mewah, berupa guci, uang dan emas mengarah kepada kawasan tinggal para bangsawan era kerajaan Majapahit.

"Temuannya itu arsitektur dan kemungkinan kawasan itu rumah tinggal. Ini menunjukkan bahwa pemukiman itu kelas menengah ke atas. Paling tidak semacam bangsawan. Itu eranya dari Majapahit," jelasnya.

Dwi juga mengatakan, sekitar lokasi penemuan masuk dalam area perkotaan di masa lalu. Hal itu dapat dilihat dari nama desa yang mengandung unsur kata 'Pura' yang berarti di antaranya kota, kota berbenteng atau kota dengan menara atau istana.

"Diduga area perkotaan, karena itu namanya mengandung unsur Pura, mulai Sekarpura, Madyapura, Ngadipura, Lesanpuro, kawasan perkotaan pada masa lalu," katanya.

Karena itu, sepanjang kawasan tersebut dimungkinkan memiliki banyak situs purbakala. Karena memang kawasan itu desa kuno sejak era Mataram, Singosari, Majapahit bahkan era Islam.

"Karena mulai dari Lawang bagian timur, sampai Madyopuro itu desa-desa kuno dari masa Mataram, Singasari, Majapahit akhir bahkan sampai perkembangan Islam," ungkapnya.

Warga banyak menemukan barang bersejarah di lokasi pembangunan tol Desa Sekarpura, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Sebagian lokasi situs sudah rusak terkena backhoe proyek.

Sejak ramai menjadi pembicaraan kawasan tersebut telah di-policeline, kendati beberapa barang sudah diambil oleh masyarakat. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini