Situasi Pandemi, Mensos Risma Yakin Konsep Gotong-Royong Bisa Ringankan Beban Sesama

Selasa, 27 Juli 2021 11:13 Reporter : Lia Harahap
Situasi Pandemi, Mensos Risma Yakin Konsep Gotong-Royong Bisa Ringankan Beban Sesama Mensos Tri Rismaharini Peringati HAN 2021. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Banyak gerakan sosial bermunculan dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini. Menteri Sosial, Tri Rismaharini, yakin semangat gotong-royong bisa meringankan beban dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Konsep gotong royong yang kita lakukan itu bisa meringankan penanganan pandemi Covid-19, sebab dalam gotong royong itu ada tanggung jawab, ada rasa persaudaraan senasib sepenanggungan. Kita harus kembangkan lagi semangat gotong royong itu," ujar Risma, dalam keterangan yang diterima di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (27/7).

Risma mengatakan, dalam menanggulangi Covid-19, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Butuh sinergitas antarsesama anak bangsa dengan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat.

Dalam semangat gotong-royong, Risma percaya ada kekuatan yang bisa menyelesaikan berbagai persoalan bangsa seberat apapun. Tetapi kembali lagi syaratnya tidak bergerak masing-masing ataupun sendiri-sendiri.

"Saya percaya segala macam persoalan bangsa kita bisa diselesaikan secara bersama-sama selama ada semangat bergotong-royong dan tidak bergerak sendiri-sendiri, serta bukan kamu-kamu dan gue-gue hal itu sudah pasti tidak menjadi solusi," katanya.

Menurut Risma, betapa semangat gotong royong bisa menyelamatkan dan melindungi orang lain bagi masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) cukup di rumah saja.

Risma meminta warga untuk peduli dengan memberikan makanan kepada orang yang isoman sehingga ia tidak perlu keluar rumah membeli makan yang berpotensi menulari satu warung.

Hal tersebut, menurutnya, sebagai contoh nyata kepedulian dalam semangat gotong-royong yang melindungi dan sayang kepada orang lain.

Risma mengatakan, bahkan dalam sejarah mengajarkan, pada zaman perang kemerdekaan dimana dengan persenjataan dan sumber daya terbatas tidak bisa menang. Tetapi kemerdekaan bisa berhasil, karena ada semangat gotong royong di antara sesama anak bangsa.

"Gotong royong menjadi kekuatan dalam perang kemerdekaan dan saat itu rakyat memberikan bantuan makanan bagi para pejuang. Itu artinya, tidak mungkin kita bisa meng-cover sendirian menanggulangi pandemi, dan tidak ada masalah yang tidak bisa selesai dengan gotong-royong," ujar Risma.

Dia juga mencontohkan bersinergi di antara orang yang punya uang dan orang memiliki kemampuan memasak. Hal itu bisa dikolaborasikan menjadi sebuah gerakan untuk membantu orang lain seperti yang dilakukan dapur umum penanggulangan pandemi.

"Seperti si A punya uang, si B bisa masak dan si C punya semangat gotong royong dan peduli berbagi, jika disinergikan akan menjadi kekuatan yang luar biasa. Jadi tidak perlu takut bangsa ini akan runtuh selama ada semangat gotong-royong dan peduli kepada orang lain," kata dia. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini