Siswi SD di Semarang tidak diperkosa pelaku, tetapi suka sama suka

Selasa, 31 Mei 2016 16:33 Reporter : Parwito
Siswi SD di Semarang tidak diperkosa pelaku, tetapi suka sama suka Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, Polrestabes Semarang memastikan SR (12), siswi SD di Penggaron, Kecamatan pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, bukan korban pemerkosaan. Hubungan badan yang dilakukan dengan para pelaku didasarkan atas rasa suka sama suka.

"Saya tegaskan bukan diperkosa, tapi didasari rasa suka sama suka. Tidak ada iming apa-apa, cuma bujuk rayu dari pelaku," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin kepada wartawan di Mapolrestabes Semarang, Selasa (31/5).

Sedangkan terkait jumlah pelaku, ditegaskan hanya delapan orang, bukan 21 seperti yang disebutkan dalam berita sebelumnya. Hal ini berdasarkan pengakuan pelaku sendiri. Dari delapan orang, yang dikenal korban hanya dua.

"Saat ini diamankan enam pelaku, dua masih di bawah umur. Kemudian empat lainnya sudah dewasa. Semuanya pengangguran dan putus sekolah," ungkapnya.

Keenam pelaku yaitu IQ (16), AF (16), RI (18) ketiganya warga Pelamongan Sari. WA (36), UP (18), dan satu orang belum diketahui identitasnya.

Sementara dua orang berinisial NM dan ZA masih dalam upaya pengejaran polisi. "Saya kembali tegaskan ini bukan pemerkosaan, karena sampai dilakukan empat kali di empat TKP. Kalau ini adalah kasus pemerkosaan harusnya dari awal sudah dilaporkan dan korban merasa kesakitan," ujarnya.

Para pelaku dijerat dengan Undang-undang nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun.

Sebelumnya, aparat Polrestabes Semarang dan Polda Jateng langsung menindak lanjuti kasus dugaan penodaan terhadap SR (12), siswi kelas 6 SD di Kawasan Penggaron, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Tak butuh waktu lama 6 dari 21 yang diduga pelaku tindak asusila tersebut berhasil ditangkap. Adapun, tiga dari enam pelaku yang ditangkap masih di bawah umur.

Sampai saat ini, keenam pelaku tersebut masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim di Mapolrestabes Semarang.

Keenam pelaku tersebut ditangkap terpisah oleh Tim Resmob Polrestabes Semarang dini hari tadi.

"Enam sudah ditangkap. Ini sedang kami periksa," ungkap Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang Kompol Sukiyono.

Sementara itu, dari hasil penelusuran merdeka.com di Mapolrestabes Semarang, siswi berusia 12 tahun tersebut diduga diperkosa dalam waktu sepekan pada Mei 2016 di tiga tempat di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Perbuatan asusila diduga mulai terjadi pada 7 Mei pukul 00.00 WIB di sebuah gubuk. Jumlah pelakunya tujuh orang.

Lima hari kemudian, tepatnya pada 12 Mei terjadi hal serupa dengan korban yang sama dan diduga dilakukan oleh 12 orang. Kemudian ketiga kalinya terjadi pada 14 Mei yang dilakukan dua orang.

Sebelum digilir, korban diberi pil koplo oleh pelaku. Selain mengalami trauma, korban juga mengalami gangguan pada alat vitalnya. Saat ini siswi tersebut masih dalam penanganan di salah satu panti rehabilitasi di Kota Semarang, Jawa Tengah. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini