Siswi MI Muhammadiyah mengaku awalnya cuma membakar gorden kelas

Senin, 23 Mei 2016 16:48 Reporter : Arie Sunaryo
Siswi MI Muhammadiyah mengaku awalnya cuma membakar gorden kelas SD Muhammadiyah di Desa Ngombakan diduga dibakar. ©2016 merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Polres Sukoharjo masih menangani kasus pembakaran ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah, Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo. Seorang pelaku yang diketahui berinisial VK (11) telah menjalani pemeriksaan di Mapolres setempat.

Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Dwi Haryadi mengatakan, dari hasil pemeriksaan, VK mengaku merasa jengkel dengan perlakuan teman-temannya. Mereka sering kali mengejeknya. Akibatnya rasa dendam dia ingin membalasnya.

"Awalnya ingin hanya akan membakar gorden saja, tapi tidak disangka malah membakar almari dan buku juga," ujar Haryadi, Senin (23/5).

Haryadi menambahkan, pelaku ini membakar gorden ruang kelasnya seorang diri menggunakan korek api kayu. Namun api menyebar dan ikut membakar almari yang berisi buku lembar kerja siswa serta Alquran. Beruntung api bisa dipadamkan sebelum membesar.

"Kami tetap akan memproses hukum yang berlaku, namun tidak akan dilakukan penahanan. Pelaku masih diperiksa dan didampingi orang tuanya di unit PPA Polres Sukoharjo," katanya.

Kendati ada proses hukum, Haryadi menyatakan ada perlakuannya berbeda terhadap pelaku yang masih anak-anak. Dia menyebut dan berharap kasus tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Pihaknya juga akan mendatangkan seorang psikolog untuk melakukan pendampingan. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Kebakaran
  2. Sukoharjo
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini