Siswi diduga pembakar MIM jengkel diejek tak bisa mengerjakan ujian

Senin, 23 Mei 2016 13:24 Reporter : Arie Sunaryo
Siswi diduga pembakar MIM jengkel diejek tak bisa mengerjakan ujian SD Muhammadiyah di Desa Ngombakan diduga dibakar. ©2016 merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Kasus pembakaran ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah, Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, tengah ditangani petugas Polres setempat. Sekitar 5 jam dari kejadian, polisi mengamankan seorang siswi yang diduga sebagai pelaku pembakaran.

Siswi yang masih mengenakan seragam sekolah tersebut saat ini dibawa petugas ke Mapolres Sukoharjo, untuk dimintai keterangan.

KBO Satreskrim Polres Sukoharjo, Iptu Suparno, saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan, siswi tersebut tengah melakukan komunikasi dengan Polwan. Komunikasi dilakukan di dalam ruangan guru.

"Motifnya mungkin karena dia diejek teman-temannya, karena tidak bisa mengerjakan soal ujian. Mungkin karena jengkel, atau dendam terus nekat melakukan itu," ujar Suparno.

Kendati demikian, dia belum bisa memastikan siapa pelaku pembakaran. "Kita masih kumpulkan data dan barang bukti untuk untuk penyelidikan selanjutnya," katanya.

Wakil Kepala MIM, Riyanto mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Meski belum mau menyebut siapa pelaku pembakaran, namun dia berjanji kedepan akan lebih meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan orang tua dan siswa.

"Prihatin pasti, ke depan kita akan lebih berhati-hati dan berkomunikasi dengan siswa dan orang tua," pungkasnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Kebakaran
  2. Sukoharjo
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini