Siswi BPI Bandung kompak anggap masa pelonco sudah usang

Senin, 18 Juli 2016 14:32 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Siswi BPI Bandung kompak anggap masa pelonco sudah usang Siswi Kelas XI BPI Bandung, Annisa Febrina. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Tahun ajaran 2016-2017 dimulai hari ini, Senin (18/7). Dalam masa awal, biasanya sekolah menggelar masa orientasi siswa.

Meski begitu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, sudah melarang sekolah melakukan perpeloncoan. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 tahun 2016, menyatakan sekolah dilarang menerapkan perpeloncoan pada masa orientasi siswa (MOS) baru.

Di SMP-SMA BPI Kota Bandung, Jalan Burangrang, Bandung, itu belum memulai kegiatan orientasi dinamakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sekolah swasta ternama di kota kembang itu hanya menggelar silaturahim melibatkan seluruh siswa dan guru.

MPLS akan dimulai pada Selasa (19/7) hingga Jumat (23/7) ke depan. Kepala Sekolah BPI I Kota Bandung, Deti Sudiarti, menjanjikan masa pengenalan siswa baru jauh dari praktik perpeloncoan.

"Sesuai aturan saja. Kami tentu akan jauh dari perpeloncoan," kata Deti saat ditemui di lokasi.

Siswa-siswi menyambut gembira pengenalan peserta didik baru jauh dari kekerasan. Mereka merasa memang sudah seharusnya siswa baru diperkenalkan dengan cara beradab.

"Enggak ada kekerasan bagus ya justru. Seperti yang dicanangkan revolusi mental, ya harus diterapkan juga di sekolah," kata siswi kelas XI BPI Kota Bandung, Annisa Febrina, kepada merdeka.com.

Annisa merasa perkenalan siswa baru harus dikemas dengan cara menyenangkan. Karena untuk minta dihormati sebagai senior tidak harus dengan cara mengintimidasi.

"Itu kan katanya untuk bagusin mental. Bukan gitu caranya. Ospek-ospekan? Enggak bangetlah, enggak gitu caranya," ujar perempuan dengan rambut tergerai hingga pundak itu.

MPLS di BPI lebih ditekankan pada pendekatan kegiatan wawasan lingkungan, pembentukan karakter, dan pengenalan penjurusan untuk siswa pada tahun berikutnya.

"Ini kan di BPI ngundang orang tua. Bagus. Jadi orang tua tahu kegiatannya gimana," ucap Annisa.

Siswi lainnya, Sheryl Putri, menilai perpeloncoan sudah ketinggalan zaman. Yang harus dilakukan para senior dan guru yakni membuat peserta didik baru ini betah di sekolahnya.

"Kalau gitu (perpeloncoan) buat takut, mental kita kurang. Tidak dengan cara seperti itu, bisa dibuat yang mengasyikkan kan," kata sejawat Annisa itu. [ary]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini