Siswa SMP Bandung protes banyak iklan rokok di lingkungan sekolah

Jumat, 13 November 2015 17:53 Reporter : Dian Rosadi
Siswa SMP Bandung protes banyak iklan rokok di lingkungan sekolah protes iklan rokok. ©2015 Merdeka.com/Dian

Merdeka.com - Seratus lebih siswa SMP di Bandung melakukan kampanye anti iklan rokok di lingkungan sekolah. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap maraknya iklan rokok yang terpasang di warung dan kios yang berada di dekat sekolah-sekolah.

Project Koordinator untuk Kampanye Anti Iklan Rokok di Bandung, Santi Indra Astuti, mengatakan aksi ini dilakukan dengan melibatkan 120 siswa dari empat kelas SMP Negeri 7 Bandung. Sebanyak lima siswa perwakilan dari SMP Negeri 2 Bandung juga turut berpartisipasi.

"Gerakan ini bertema 'Aksi Damai Membersihkan Lingkungan Sekolah dari Iklan, Promosi dan Penjualan Rokok'. Para siswa melakukan persuasi agar warung yang memasang iklan rokok mengganti iklan tersebut dengan spanduk anti rokok karya siswa," ujar Santi kepada Merdeka.com, Jumat (13/11).

Menurut dia, dalam aksi damai ini, seluruh siswa terbagi ke dalam delapan kelompok. Setiap kelompok, membawa satu spanduk anti rokok yang merupakan karya para siswa.

"Mereka mendatangi warung yang memasang iklan rokok yang lokasinya berada di sekitar lingkungan sekolah. Para siswa kemudian melakukan persuasi agar pemilik warung bersedia mengganti iklan rokok yang mereka pasang dengan spanduk buatan siswa," ucap dia.

Aksi mereka ini didukung oleh ketua RW, lurah dan camat setempat. Mereka memberikan informasi kepada para pemilik warung bahwa tidak etis memasang iklan berkaitan dengan rokok di dekat sekolah.

"Ada tiga SMP di Kota Bandung yang mendukung gerakan lingkungan sekolah bersih dari iklan rokok yakni SMP Negeri 7 Bandung, SMP Negeri 2 Bandung dan SMP Negeri 15 Bandung. Ketiga SMP ini bersama dengan lima sekolah di Jakarta tergabung dalam komunitas Siswa Tanpa Advertensi Rokok (STAR)," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 7 Bandung Hendar Sarip mengaku mendukung gerakan tersebut. Pihaknya mengapresiasi berbagai upaya yang dapat melindungi siswa dari ancaman dan bahaya rokok.

"Bagaimana mungkin kami melindungi anak dari bahaya merokok kalau baru keluar dari gerbang sekolah saja iklan rokok sudah mengiming-imingi anak-anak," ungkap Hendar. [has]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini