Siswa SDN Tangsel panjat pagar gerbang untuk masuk ke sekolah

Selasa, 9 Desember 2014 16:18 Reporter : Mitra Ramadhan
Siswa SDN Tangsel panjat pagar gerbang untuk masuk ke sekolah Siswa SD Tangsel panjat pagar sekolah. ©2014 merdeka.com

Merdeka.com - Ironis sekali nasib para siswa-siswi SDN Jurang Mangu Barat III, di Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Betapa tidak, untuk bersekolah mereka harus memanjat pagar gerbang yang memang sengaja digembok oleh si pemilik tanah sekolah, lantaran pemerintah daerah setempat belum membayar Rp 1 miliar.

Terlebih hari Selasa (9/12) ini, mereka harus mengikuti ujian. Sang penggembok sekolah yakni Matalih dan Mahpud tega melakukan itu, karena sebagai pewaris mereka merasa seharusnya mendapat pembayaran tunai, tanpa dihutang atau dicicil.

"Saya sayangkan ini, ratusan anak murid terpaksa manjat pagar karena disegel ahli waris," tutur Mariah (53) salah seorang guru di sekolah itu.

?Mariah menyatakan, setelahnya adanya sengketa, sekitar sebulan terakhir situasi belajar-mengajar menjadi kurang nyaman.

"Tak hanya itu, saya khawatir jika nantinya 253 orang siswa di sekolah ini tidak memenuhi target nilai yang sudah ditetapkan dalam kurikulum," terangnya.

?Lahan yang diklaim milik ahli waris, lanjut Mariah, hanya akses jalan masuk menuju sekolah seluas 13 meter persegi. Sementara, untuk gedung sekolah tidak ada masalah sehingga proses belajar-mengajar masih bisa berjalan.

?Menurut guru yang telah 15 tahun mengajar di sekolah tersebut, penyegelan yang dilakukan ahli waris bukan kali pertama. "Ini sudah ketiga kalinya ahli waris menyegel akses masuk menuju sekolah," ungkapnya.

?Mariah mengungkapkan sudah mengadukan penyegelan tersebut kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangsel.

UPT Disdik pun sudah membayar sejumlah uang kepada ahli waris. Namun, karena pembayaran tersebut dirasa kurang oleh ahli waris membuat penyegelan kembali terjadi.

"Katanya sih masih kurang, ahli waris mintanya 1 miliar untuk pembebasan lahan tersebut," kata Mariah.

?Sementara itu, Orang Tua siswa, Siti Saidah (39) berharap permasalahan sengketa tanah itu bisa secepatnya diselesaikan. Menurutnya, penyegelan tersebut juga membuat semangat belajar anaknya menurun.

?"Kita juga jadi repot kalo mau nganter atau jemput anak, kan jalan masuknya susah," terang wali murid kelas 4 tersebut. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Anak Sekolah
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini