Siswa MTsN 19 Meninggal Imbas Banjir, KPAI Minta Ada SOP Penanganan Bencana

Jumat, 7 Oktober 2022 09:31 Reporter : Rahmat Baihaqi
Siswa MTsN 19 Meninggal Imbas Banjir, KPAI Minta Ada SOP Penanganan Bencana tembok mtsn pondok labu roboh. ©2022 Merdeka.com/rahmat baihaqi

Merdeka.com - Musibah robohnya tembok MTsN 19 Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada Kamis (6/10) mengakibatkan tiga siswa meninggal dunia dan tiga luka-luka. Peristiwa itu terjadi diduga karena tembok tidak kuat menahan debit air yang tinggi.

Komisioner komisi Perlindungan Ibu dan Anak (KPAI) Retno Listyarti, menanggapi musibah tersebut. Dia menilai perlu bagi setiap sekolah memiliki SOP penanganan bencana.

"Ketika bencana alam, baik gempa maupun banjir terjadi pada jam belajar atau saat hari sekolah memang akan menimbulkan kerentanan anak-anak atau peserta didik dan guru berpotensi kuat menjadi korban," ujar Retno dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/10).

"Maka SOP-nya ada evakuasi anak-anak harus naik ke lantai dua atau tiga semuanya dan tidak ada yg boleh di lantai satu. Apalagi di halaman sekolah bermain hujan karena akan sangat berisiko pada keselamatannya," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Kendati demikian, Retno juga turut berduka cita atas meninggalnya tiga orang siswa yang menjadi korban atas musibah naas tersebut. Dia mendorong Pemprov Jakarta serta Sudin Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memberikan penanganan psikologis kepada korban selamat.

"Juga psikososial kepada pendidik dan peserta didik akibat musibah ini. Mendorong kementerian Agama untuk segera memperbaiki kondisi madrasah agar peserta didik dapat segera mengikuti PTM Kembali," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga siswa meninggal dunia akibat robohnya tembok MTsN 19 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Penyebabnya, tembok sekolah tidak kuat menahan debit banjir.

Sementara itu, banjir yang terjadi diduga dipicu buruknya sistem drainase sehingga menyebabkan air gorong-gorong meluap.

"Posisi sekolah berada di dataran rendah. Di sekitarnya terdapat saluran PHB Pinang Kalijati dan di belakang sekolah terdapat aliran sungai," jelas Kepala Satuan Pelaksana Data Pusdatin BPBD Provinsi DKI Jakarta Michael dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/10). [tin]

Baca juga:
Raut Muka Sedih Wagub Riza di Samping Jenazah Siswa MTsN 19 Korban Tembok Roboh
Kajian Sementara BPBD, Ini Penyebab Tembok MTSN 19 Roboh hingga Menewaskan 3 Siswa
Kemenag Beri Santunan untuk Korban Musibah di MTsN 19
Update Korban Tembok MTSN 19 Pondok Labu Roboh

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini