Siswa dengan Orang Tua Belum Divaksinasi Dilarang Ikuti PTM di Tangerang

Senin, 25 Oktober 2021 11:52 Reporter : Kirom
Siswa dengan Orang Tua Belum Divaksinasi Dilarang Ikuti PTM di Tangerang Uji coba pembelajaran tatap muka siswa SD di Tangerang. ©2021 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Uji coba hari pertama Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) jenjang Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kota Tangerang, hanya diikuti oleh seluruh siswa kelas 6 di 45 SD negeri dan swasta yang ada di kota Tangerang, Senin (25/10). Sebelumnya, PTMT di Kota Tangerang, dimulai untuk jenjang siswa SMP dan ditemukan sejumlah siswa, guru dan staf pendidik yang terkonfirmasi positif Covid-19 berstatua Orang Tanpa Gejala.

Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah yang menyempatkan diri meninjau pelaksanaan PTM terbatas di tingkat SD tahap I ini, dilakukan di 45 sekolah baik negeri maupun swasta di Kota Tangerang.

"Hari ini yang masuk hanya murid kelas enam saja di tiap sekolah. Di SDN Pasar Baru 1, yang masuk 162 siswa dari total 192 siswa kelas enam," kata Arief Wismansyah, didampingi kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaludin saat meninjau pelaksanaan PTM di SDN Pasar Baru 1, Karawaci, Senin (25/10/2021).

Dia menyebutkan, untuk uji coba PTMT tingkat SD itu, ada sejumlah siswa di SDN Pasar Baru, Karawaci, yang tidak bisa mengikuti PTMT karena sakit.

"Yang tidak bisa masuk hari ini, ada yang karena sakit atau orang tuanya belum divaksin," jelasnya.

Dia menuturkan, Dinas Pendidikan Kota Tangerang, menerapkan persyaratan yang ketat bagi siswa untuk dapat mengikuti PTM secara terbatas. Mulai dari pembatasan waktu belajar, kapasitas kelas hingga orangtua murid yang sudah mengikuti vaksinasi.

Itu, dilakukan agar meminimalisir risiko terjadinya penularan Covid-19, baik di lingkungan sekolah maupun dari lingkungan tempat tinggal.

"Jadi kalau orangtuanya belum divaksin, anaknya belum bisa ikut PTM di sekolah, tapi tetap bisa ikut pembelajaran via daring," ucap Arief.

Sebagai informasi, pada pelaksanaan uji coba PTM terbatas tingkat SD kapasitas ruang kelas akan diisi sebanyak 50 persen dari jumlah seluruhnya. Untuk kelas 4-6 satu hari melakukan PTM selama dua jam. Sedangkan kelas di bawahnya kelas 1-3 selama 1,5 jam.

"Tiap tingkatan kelas belajarnya bergantian setiap hari, supaya tidak terlalu banyak siswa yang di sekolah," kata wali kota. [bal]

Baca juga:
Temukan Siswa Positif Covid-19, Bupati Sleman Hentikan Sementara PTM di SMP
Marak Klaster PTM, dr Reisa Minta Masyarakat Gencarkan 3T
Bupati Sleman: Siswa Kena Covid-19 saat PTM Sudah Ditangani, Orang Tua Jangan Panik
Tes Acak Temukan Siswa Positif Covid-19, Walkot Kediri Instruksikan PTM Jalan Terus
Klaster PTM Bertambah, Pemkot Solo Perbanyak Testing dan Tracing

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini