Sisi lain kehidupan ibu mutilasi bayi di Cengkareng

Rabu, 5 Oktober 2016 09:01 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Sisi lain kehidupan ibu mutilasi bayi di Cengkareng Ilustrasi Mutilasi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang ibu tega memutilasi anaknya di Cengkareng, Jakarta Barat. Peristiwa ini bikin geger masyarakat. Lebih mencengangkan lagi bahwa korban ternyata masih bayi berusia 13 bulan.

Pelaku diketahui bernama Mutmainah (28). Dia merupakan istri seorang Provost Polda Metro, Bripda Denny Siregar. Kehidupan Mutmainah juga diketahui kerap bertingkah aneh.

Para tetangga sebenarnya tidak pernah mencurigai ada tindakan keji dilakukan pelaku. Lantaran sikap ditampilkan Mutmainah layaknya manusia normal.

Namun, pandangan itu seketika berubah. Ditambah adanya kejadian pembunuhan sadis dilakukan pelaku kepada anaknya.

Berikut merdeka.com merangkum sisi lain kehidupan Mutmainah sebelum tega membunuh bayinya, Rabu (5/10):

1 dari 4 halaman

Rumah tangga tak harmonis

Ilustrasi Mutilasi. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Peristiwa mutilasi anak dilakukan ibu kandungnya di Cengkareng, Jakarta Barat, bikin geger masyarakat. Orang tua pelaku, Jaelani tidak menyangka Mutmainah tega membunuh darah dagingnya sendiri.

Jaelani mengaku bahwa sedang kurang harmonis dengan sang suami. "Yang saya tahu mereka lagi ada masalah rumah tangga. Saya enggak terima kalau anak saya dituduh kriminal, dia begitu depresi karena suaminya," ucap dia.

"Dia pernah bilang (curhat), katanya gajinya sebulan juga engga pernah tahu, dikasih cuma satu juta per bulan," tambahnya.

Dua hari sebelum kejadian, kata Jaelani, Mutmainah sempat mengeluh sudah tidak tahan dengan kondisi rumah tangganya. Terutama kelakuan suaminya berwatak keras dan kurang peduli pada keluarga.

2 dari 4 halaman

Tak punya banyak teman

Ilustrasi Mutilasi. ©2014 Merdeka.com

Mutmainah (28), ibu tega memutilasi bayinya di Cengkareng, Jakarta Barat, dikenal sebagai pribadi ramah. Walau ramah, ternyata dia tidak memiliki banyak teman. Hal itu terlihat saat pelaku sedang melewati lingkungan sekitarnya.

"Kalau saya kenal dia (Mutmainah) sejak enam tahun lalu, sebelum dia nikah sama suaminya itu. Ya orangnya suka negor (menyapa) kalau lewat sini. Kalau kawan-kawannya sedikit di sini," kata Yanti (43) di Cengkareng, Selasa (4/10).

Menurut Yanti, Mutmainah sering singgah ke rumah orang tuanya. Namun, sejak seminggu ke belakang dia tidak lagi mampir ke warungnya.

"Dia ke sini terus, kalau lewat pasti singgah, rumah ibunya tapi sekarang sudah jarang kelihatan," papar Yanti.

3 dari 4 halaman

Sering berhalusinasi

Ilustrasi Mutilasi. ©2014 Merdeka.com

Bripda Denny Siregar hingga kini masih shock dengan kasus mutilasi yang dilakukan istrinya, Mud alias Iin kepada buah hati mereka Arjuna yang masih berusia 13 bulan. Denny anggota Provost Polda Metro Jaya ini belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam suasana berduka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiono mengatakan, Denny ternyata pernah cerita kepada beberapa teman provost yang lain mengenai kondisi rumah tangganya. Kepada teman-temannya, Denny mengaku istrinya berubah belakangan ini.

"Suaminya sempat curhat kepada temannya sesama polisi bahwa memang ada yang aneh dengan istrinya. Istrinya pernah bilang ke suaminya, 'kamu tidak takut sama saya?'" ujar Awi Setiono kepada wartawan, Senin (3/10).

Menurut Denny kepada para temannya, sang istri selama seminggu ini kerap mengigau. Tak cuma itu, istrinya juga sering marah-marah tanpa alasan.

"Istrinya sempat berhalusinasi selama seminggu. Dia kerap mengigau dan marah-marah. Belum diketahui penyebabnya," beber Awi.

4 dari 4 halaman

Diduga anut ajaran aneh

Ilustrasi Mutilasi. ©2015 Merdeka.com

Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya masih menggali pengakuan Mutmainah hingga tega memutilasi dua anaknya sendiri. Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku diketahui sering berhalusinasi dan menganut ilmu tertentu.

Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Pol Mochamad Iriawan tengah mendalami kemungkinan pelaku mendalami ilmu tertentu. Dari pengakuan sementara, ilmu itu dipakai agar Mutmainah bisa hidup sempurna.

"Ya kita belum sampai ke sana, dia hanya ingin hidup sempurna saja. Nanti kita akan dalami terus," ujar Iriawan saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (4/10).

Tak hanya itu, Mutmainah juga mengaku sering berhalusinasi dengan mendengar suara-suara di telinganya. Pengakuan ini tengah diteliti penyidik dari sudut psikologi.

  [ang]

Baca juga:
Ibu pemutilasi anak anut ajaran tertentu & sering dapat bisikan gaib
Ibu mutilasi anak di Cengkareng rumah tangganya sedang tak harmonis
Tetangga kerap lihat ibu pemutilasi di Cengkareng ajak anaknya jajan
Fakta mengerikan ibu kandung tega mutilasi balitanya hingga tewas
Ini respons KPAI soal ibu tega mutilasi anak di Cengkareng
Polisi sebut Iin tak merasa memutilasi bayinya

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini