Singapura Bantah Buronan Korupsi Honggo Wendratno di Negaranya

Rabu, 26 Februari 2020 11:34 Reporter : Merdeka
Singapura Bantah Buronan Korupsi Honggo Wendratno di Negaranya Direktur Utama TPPI Honggo Wendratno masuk DPO. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Singapura atau Minister of Foreign Affairs Singapore angkat bicara terkait pernyataan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit mengenai keberadaan tersangka kasus korupsi Kondensat, Honggo Wendratno, di negeri berjuluk Negeri Singa itu. Singapura membantah kabar buronan korupsi kasus kondensat Honggo Wendratno di negaranya.

"Menurut catatan imigrasi kami, Honggo Wendratno tidak di Singapura. Ini telah disampaikan kepada Pemerintah Indonesia pada beberapa kesempatan sejak 2017. Tidak ada catatan Honggo memegang residensi tetap singapura," demikian keterangan tertulis Minister of Foreign Affairs Singapore melalui laman Facebook Singapore Embassy in Jakarta, Rabu (26/2).

Singapura menegaskan akan memberikan bantuan yang diperlukan untuk Indonesia dalam kasus ini. "Singapura akan memberikan bantuan yang diperlukan untuk Indonesia dalam kasus ini, jika Singapura menerima permintaan dengan informasi konkret melalui saluran resmi yang sesuai dan itu berada dalam ambit hukum dan kewajiban internasional kami untuk melakukannya."

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit tidak berkomentar banyak terkait pernyataan Minister of Foreign Affairs Singapore bahwa tersangka kasus korupsi Kondesat, Honggo Wendratno tidak berada di Negeri Singa.

"Tunggu waktunya," tutur Listyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (26/2).

1 dari 1 halaman

Kabareskrim Sebut Honggo di Singapura

Keberadaan Honggo di Singapura itu sebelumnya diungkapkan Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Rabu (19/2). Dia mengatakan, penyidik Bareskrim tengah mengupayakan mengembalikan Honggo ke Indonesia bekerjasama dengan Singapura.

"Dalam kesempatan ini kami laporkan juga bahwa beberapa upaya untuk menghadirkan tersangka HW ini sudah kami lakukan karena kami juga menduga bahwa yang bersangkutan sampai saat ini bersembunyi di Singapura," ujar Listyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2).

Listyo mengaku sulit bekerjasama dengan Singapura karena status Honggo tersangka. Singapura akan mudah membantu saat statusnya sudah inkrah.

"Mereka bisa membantu apabila status dari tersangka HW sudah mendapatkan keputusan hukum yang inkrah," jelasnya.

Karenanya, Polri akan mengerahkan divisi hubungan internasional untuk komunikasi dengan Singapura. Setelah ada vonis pengadilan, Polri akan kerjasama dengan melakukan proses MLA (Mutual Legal Assistance).

"Bahwa apabila nanti putusan inkrah sudah bisa ditetapkan oleh hakim maka rencana kami selanjutnya adalah meminta Kabid Inter untuk kita bekerja sama dengan Kum HAM untuk melakukan proses MLA," kata Listyo.

Berkas Honggo sendiri sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Sidang akan dilakukan secara in absentia.

Reporter: Nanda Perdana Putra [gil]

Baca juga:
Polri Tangkap Tersangka Korupsi Honggo Wendratno di Singapura usai Kasus Inkrah
Bareskrim dan Komisi III DPR Gelar RDP Kasus Korupsi Kondensat Rp37 Triliun
Komisi III dan Bareskrim Gelar Rapat Bahas Kasus Kondensat
Kasus korupsi kondensat belum disidangkan karena Honggo masih buron
Kejagung Bakal Gelar Sidang In Absentia Buron Kasus Kondensat Honggo Wendratno
Polri Serahkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Kondensat ke Kejagung
Honggo Buron di Singapura, Sidang Kasus Kondensat Dilakukan In Absentia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini