Sindir Pemerintah, Pria Ponorogo Bayar Pajak Pakai Uang Receh

Kamis, 10 Oktober 2019 10:55 Reporter : Erwin Yohanes
Sindir Pemerintah, Pria Ponorogo Bayar Pajak Pakai Uang Receh Nursyam bayar pajak pakai uang receh. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Bermaksud menyindir pemerintah, Nursyam Romdoni, warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo membayar pajak kendaraan bermotor dengan uang receh. Uang tersebut merupakan hasil tabungannya dari berjualan aksesoris anak-anak.

"Saya sisihkan saja uang receh. Jadi setiap ada uang receh Rp100, Rp200, Rp500 atau Rp1.000 saya sisihkan," kata Nursyan Romdoni, Kamis (10/10).

Dia pun dengan entengnya masuk ke Kantor Bersama Samsat Kabupaten Ponorogo dengan menenteng 2 tas besar berisi uang receh. Kemudian menyerahkan uang sebesar Rp2.495.500.

"Tunai saya bayarkan. Banyak yang lihat. Mungkin aneh. Tapi bagi saya yang penting kan lunasnya. Bukan bayar pakai uang receh atau uang kertas," jelasnya.

Nursyam menjelaskan, uang sebesar Rp2.495.500 itu untuk membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mobil pikap 5 Tahunan dan PKB sepeda motor 1 tahun.

Dia mengaku tidak mempunyai motivasi khusus membayar pajak dengan uang receh. Menurutnya, hanya bentuk sindiran kepada pemerintah.

"Lihatlah kami rakyat jelata yang dengan susah payah mengumpulkan koin demi koin seperti saya dalam satu tahun untuk memenuhi kewajiban kami. Tolong berhentilah mengorupsi uang negara agar kami sebagai rakyat benar-benar bisa menikmati pembangunan dari hasil yang kami kumpulkan lewat pajak ini," ujarnya.

Nursyam berharap dengan pajak yang dibayar ini bisa membantu keuangan negara. "Semoga uang pajak yang terbayarkan hari ini bisa membantu keuangan negara yang sedang terpuruk," pungkasnya. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Pajak
  2. Kasus Korupsi
  3. Ponorogo
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini