Sindikat Pengedar Pil Koplo di Kebumen Terbongkar, 4 Pelaku Ditangkap

Jumat, 11 Juni 2021 09:14 Reporter : Abdul Aziz
Sindikat Pengedar Pil Koplo di Kebumen Terbongkar, 4 Pelaku Ditangkap Polisi menunjukkan barang bukti yang disita dari para tersangka. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi membongkar sindikat peredaran pil koplo alias pil Hexymer di Kebumen. Empat tersangka ditangkap dalam operasi ini.

Keempat tersangka yang ditangkap yakni: KI (20), warga Desa Jatisari Kecamatan Klirong; HS (23), warga Desa Kalirejo Kecamatan Kebumen; MR (20), warga Desa Karangsari Kebumen; dan KA (23), warga Kelurahan Bumirejo Kecamatan Kebumen.

Kasat Resnarkoba Polres Kebumen AKP Paryudi mengatakan, para tersangka merupakan anggota sindikat peredaran pil Hexymer di Kebumen.

Kasus itu terbongkar diawali dari ditangkapnya tersangka KI dan HS pada hari Rabu (6/4) di wilayah Kecamatan Kebumen. Awalnya didapatkan barang bukti 9 paket pil Hexymer yang dikemas plastik klip bening, masing-masing paket berisi 10 butir pil Hexymer.

"Dari penangkapan itu, selanjutnya kita kembangkan. Lalu kita dapatkan tersangka MR dan KA selaku penyedia barang pil Hexymer kepada tersangka sebelumnya," jelas Paryudi, Jumat (11/6).

Kepada polisi, tersangka mengaku jika pil Hexymer didapatkan dengan cara membeli online. Tersangka MR dan KA patungan masing-masing Rp175 ribu untuk membeli satu toples berisi 1.000 butir pil Hexymer.

Mereka mendapat keuntungan berlipat-lipat untuk tiap toples pil Hexymer yang dibeli. Mereka mendapatkan Rp3.150.000 dari hasil penjualan itu.

"Kurang lebih seminggu bisa habis Pak, untuk satu toples. Ya, dijual kepada teman-teman," jelas tersangka KA.

Tersangka dijerat dengan Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2), (3) UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Pil hexymer merupakan obat dari golongan psikotropika golongan IV yang biasanya dipakai untuk mengobati penyakit parkinson. Obat yang mengandung bahan kimia trihexyphenidyl hydrochloride itu merupakan obat pengurang ketegangan.
Pembelian Hexymer memerlukan resep dokter dan ditandai dengan lambang salib merah.

Obat ini akan berdampak tidak baik bagi kesehatan jika dalam penggunaannya tidak menggunakan resep dokter. Hexymer memiliki beberapa efek samping seperti penglihatan kabur, pusing, mulut kering, dan gangguan saluran cerna. Hal ini disalahgunakan untuk mendapatkan efek mabuk. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini