Sindikat pembobol 15 ATM di Bali diciduk polisi

Senin, 26 Maret 2018 13:04 Reporter : Moh. Kadafi
Sindikat pembobol 15 ATM di Bali diciduk polisi Polisi Ringkus Komplotan Pembobol ATM di Bali. ©2018 Merdeka.com/Kadafi

Merdeka.com - Kepolisian membongkar modus kejahatan konvesional dengan menguras uang nasabah di dalam mesin Anjungan Tunai Mandiri (atm). Dua pelaku diamankan terkait kasus ini.

Dua tersangka yang menguras uang nasabah tersebut, bernama Reky Renda (22) dan Sulaiman (32). Para tersangka ini berasal dari Palembang Sumatera Selatan.

Pengungkapan kasus ini bermula, pada Senin (19/3) malam. Pihak kepolisian mendapat laporan, bahwa di ATM Bank Danamon depan Lokal Bali Hostel Jalan Kediri Tuban, Kecamatan Kuta, Badung Bali, telah terjadi pengganjalan lobang kartu (Card Reder). Selanjutnya, pihak kepolisian mengecek rekaman CCTV.

Dalam rekaman tersebut terlihat dua tersangka memasukkan sesuatu ke card reder. Sehingga kartu ATM yang dimasukan oleh nasabah tidak bisa dikeluarkan dan mengalami kerugian sebesar Rp 5 juta.

Kemudian, setelah melakukan olah TKP dan penyelidikan, kepolisian membekuk kedua tersangka pada Selasa (20/3) pagi. Keduanya dibekuk di Hotel Melati View Jalan Kartika Plaza Gang Melati, Kuta Badung Bali.

Kapolsek Kuta, Kompol I Nyoman Wirajaya menjelaskan, kedua tersangka adalah komplotan Palembang dengan modus menguras uang nasabah. Kemudian, untuk modus mereka menganjal kertas jenis mika di dalam card reder sehingga membuat kartu ATM nasabah tidak bisa keluar.

Ketika nasabah panik, kedua tersangka mendatangi nasabah dengan menunjukkan stiker tempel bank yang sudah tesangka tempel sebelumnya. Selanjutnya, menyarankan nasabah untuk menghubungi Call Center aba-abal yang juga merupakan komplotan kedua tersangka tersebut.

"Ditanyalah nasabah yang panik itu, mulai dari nomor ATM, Pin-nya dan sebagainya. Setelah, data tersebut lengkap dan korbannya pergi para tersangka melanjutkan transaksi dan menguras uang nasabah," kata I Nyoman Wirajaya di Discovery Shoping Mall Kuta, Badung Bali, Senin (26/3).

Dari penyelidikan, kedua tersangka ini telah melakukan aksi menguras uang nasabah di 15 TKP wilayah Denpasar dan Badung Bali. Namun, untuk kerugian masih belum bisa secara keseluruhan karena menunggu laporan data dari bank berapa nasabah yang menjadi korban.

"Untuk saat ini, sementara dua tersangkah yang tertangkap. Untuk yang menjadi Call Center kita masih melakukan pengejaran. Saya sudah koordinasi ke seluruh pihak bank, karena hampir seluruh ATM bank yang dijadikan sasaran. Kita masih mengumpulkan data-data nasabah yang menjadi korban," ujarnya.

Menurut dia, mereka melakukan aksinya dengam belajar otodidak. Dari pengakuan kedua tersangka, baru menguras uang nasabah sekitar Rp 75 juta.

"Dari pengakuan tersangka, baru dua bulan melakukan aksinya di Bali. Namun kita masih melakukan pengembangan, dan mesin ATM yang menjadi sasaran yang di sekilingnya tidak begitu ramai," ujarnya.

Dari aksi kejahatan konvesional dengan menguras uang nasabah. Kedua tersangka ini dikenakan Penipuan dan Pencurian, Pasal 378 atau 366 KUHP dengan ancaman hukuman 5 sampai 7 tahun penjara. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini