Puti: Bangun negara perlu kesatuan hati

Senin, 5 Februari 2018 11:16 Reporter : Fahmi Aziz
Puti di rumah Dr KRT Radjiman Wediodiningrat. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno memilikikebiasaan saat berkeliling di daerah-daerah Jawa Timur. Yakni menyusuri jejak perjuangan kakeknya Bapak Proklamator RI Soekarno (Bung Karno). Ini yang juga dilakukan kalaroadshow ke Ngawi, Minggu (4/2).

Pendamping Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ini berkesempatan mengunjungi rumah Walikukun, peninggalan Dr Radjiman Wediodiningrat. Dr Radjiman ini merupakan salah seorang pendiri organisasi Boedi Oetomo, sekaligus salah seorang panitia dalam Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

"Sosok dokter Radjiman tidak lain adalah sahabat dari eyang saya. Beliau juga yang menyampaikan dalam bukunya, bila Pancasila lahir dari gagasan Bung Karno," ujar Puti di kediaman yang beralamat di Dusun Dirgo, Kelurahan Widodaren, Kecamatan Widodaren, Ngawi.

Kedatangannya disambut langsung oleh juru kunci Sagimin. Kepada Puti, ia menceritakan Dr Radjiman di masa pensiunnya, memutuskan tinggal jauh dari keramaian. Awalnya dia tinggal di Tretes, Pandaan selama lima tahun. Namun karena suhu udara daerahnya terlalu dingin, ia pindah ke rumah Walikukun sejak tahun 1938.

"Saat itu, Dr Radjiman terus memikirkan upaya-upaya perjuangan. Bahkan saat dia dibutuhkan di Jakarta, jarak jauh pun ditempuhnya," cerita Sagimin.

Sagimin juga menunjukkan perabotan ruangan-ruangan dalam rumah itu. Dari kamar tidur Dr Radjiman, tempat pusaka, ruang tempat berdiskusi dan lain sebagainya.

Di dinding-dinding rumah, juga ditampilkan sejarah singkat dan pemikiran-pemikiran Dr Radjiman. Di antara yang menarik perhatian Puti, ialah ungkapannya yang bertuliskan, "Sebab tidak dengan persatuan, sukar sekali negara ini dapat dijadikan negara rahayu".

"Jadi untuk membangun negara itu perlu kesatuan jiwa raga. Hati perlu bersatu," katanya memaknai ungkapan DR Radjiman yang ditulis di rumah Walikukun.

Sehingga tidak benar bila, dalam Pilkada nanti, menghalalkan segala cara. Semisal, dengan memfitnah, hoax dan lain sebagainya. "Kenapa kita tidak berpolitik dengan berbudaya, berpolitik dengan beradab," pungkas dia. [paw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini