Simon akui titipkan uang suap USD 700 ribu ke Deviardi

Senin, 2 Desember 2013 17:07 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Simon akui titipkan uang suap USD 700 ribu ke Deviardi Sidang Simon Gunawan Tanjaya. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Terdakwa kasus dugaan suap pengurusan kegiatan di Satuan kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Simon Gunawan Tanjaya, mengaku diperkenalkan dengan pelatih golf, Deviardi dari atasannya, Widodo Ratanacaithong. Tetapi, Komisaris PT Kernel Oil Indonesia ini berdalih tidak tahu Deviardi merupakan perantara suap dan orang kepercayaan mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini.

Menurut Simon, Widodo memperkenalkan dia dengan Deviardi di kantor PT Kernel Oil Indonesia di Menara Equity, kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Pusat. Namun, dia berkelit saat itu cuma diperkenalkan secara normatif.

"Kenalnya sekitar masa puasa, Juni atau Juli. Saya cuma masuk ke ruangannya (Widodo) lalu dikenalkan, 'Ini Pak Ardi," kata Simon di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (2/12).

Simon mengatakan, saat itu dia mengaku Deviardi tidak memberitahukan pekerjaannya. Dia juga berkelit tidak tahu kalau Deviardi adalah orang dekat Rudi Rubiandini.

Namun, Simon mengaku pernah menitipkan uang kepada Deviardi dua kali, yakni USD 300 ribu dan USD 400 ribu. Tetapi, dia mengelak tidak tahu kalau ternyata duit itu adalah suap buat Rudi Rubiandini.

"Saya cuma tanya ke Widodo, uang USD 700 ribu itu apa? Katanya uang titipan Deviardi di Singapura," ujar Simon.

Simon urus dokumen lelang untuk Fossus Energy

Simon juga mengaku pernah mengurus berkas perusahaan Fossus Energy Pte Ltd, guna mengikuti lelang di SKK Migas. Namun dia tidak bisa menjelaskan kenapa dia mesti mengurus berkas perusahaan lain yang mengikuti lelang penjualan kondensat (gas cair) dan minyak mentah bagian negara di SKK Migas itu.

Anggota Majelis Hakim I Made Hendra mencecar Simon soal keterkaitannya dengan Fossus Energy. Sebab, dalam dakwaan Simon, Fossus Energy memenangkan lima tender penjualan minyak mentah dan kondensat bagian negara, serta satu lelang distribusi kondensat dan minyak mentah.

"Fossus pernah dengar, tapi tidak tahu punya siapa. Saya pernah menyediakan dokumen lelang untuk Fossus di SKK Migas," kata Simon.

Hakim Made Hendra lantas bertanya siapa yang memerintahkan Simon mengurus berkas lelang Fossus Energy. Simon menjawab yang memerintahkannya adalah atasannya, Widodo Ratanacaithong. Tetapi, dia tetap berkelit tidak tahu apa hubungan Fossus dengan Widodo sampai dia mesti mengurusi dokumen lelangnya.

"Saya hanya diminta bantu memeriksa dokumen. Itu cuma selembar saja. (Kaitan dengan Widodo) tidak tahu," ujar Simon.

Menurut Simon, dokumen lelang Fossus Energy dikirim dari Singapura oleh anak buah Widodo, Zack Wu. Dia berdalih cuma diminta mencocokkan dokumen dari Fossus itu dengan undangan lelang dari SKK Migas. Dia berkelit, setelah berkas itu diperiksa kemudian dikembalikan ke Singapura, dan tidak tahu jika di kemudian hari Fossus memenangkan tender. Dia pun berkilah tidak tahu ada pemberian uang buat mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, melalui pelatih golf pribadi, Deviardi.

"Saya tidak tahu," lanjut Simon. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. KPK Tangkap Rudi Rubiandini
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini