Simbol petani butuh perhatian, NH dapat 17 komoditi hasil panen

Minggu, 25 Maret 2018 13:00 Reporter : Miftahul Khaeriyah
Simbol petani butuh perhatian, NH dapat 17 komoditi hasil panen Nurdin Halid di Lurah Malempong Kecamatan Manianpajo Kabupaten Wajo. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nomor urut satu, Nurdin Halid mendapatkan 17 komoditi hasil panen petani dalam kunjungannya di Lurah Malempong Kecamatan Manianpajo Kabupaten Wajo, Minggu (25/03).

Perwakilan petani, Muhammad Bakri menerangkan, diserahkannya 17 komoditi hasil tani kepada pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar tersebut sebagai bentuk permintaan masyarakat Kabupaten Wajo yang mayoritas bekerja sebagai petani agar terus diperhatikan pemerintah.

"Kami ingin memperlihatkan hasil tani kami yang kaya di kabupaten Wajo ini kepada pak Nurdin. Supaya jika beliau kelak terpilih menjadi gubernur Sulsel agar tidak melupakan kami dan terus memperhatikan kalangan petani," terangnya.

Lebih jauh, Muhammad Bakri mengungkapkan jika selama ini perhatian Pemerintah untuk kalangan petani di kabupaten Wajo dirasa masih kurang. Padi contohnya, saat ini sangat sulit ditanam karena harga pupuk yang tidak menentu.

"Harga pupuk padi selalu naik turun . Itu menyulitkan kami dan seringkali menjadikan petani rugi. Selain itu jalan tani juga masih kurang baik sehingga kesulitan kami semakin bertambah," keluhnya.

17 komoditi hasil tani yang diserahkan kepada Nurdin Halid berasal dari desa Sugi Kecamatan Maniangpajo. Komoditi tersebut berupa Padi, kelapa, cokelat, sayur-sayuran, pisang , ubi kayu dan banyak lagi komoditi lain.

Nurdin Halid di Lurah Malempong Kecamatan Manianpajo Kabupaten Wajo ©2018 Merdeka.com

Menanggapi hal tersebut, Nurdin Halid menegaskan jika diberi amanah memimpin Sulsel kelak, maka bersama Aziz dirinya tidak akan pernah membiarkan petani susah terutama terkait subsidi pupuk dan benih tanam.

"Kalau insha Allah saya diamanahkan menjadi Gubernur Sulsel, maka saya bersama ustaz Aziz akan memberikan pupuk gratis kepada petani Sulawesi Selatan meskipun pemerintah pusat mencabut subsidi pupuk bagi petani," tegasnya.

Lebih jauh, Nurdin Halid mengaku berencana merancang sistem distribusi pupuk melalui tiga lembaga. Masing-masing melalui kelompok tani, badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi.

"Saya pernah 25 tahun urusi petani. Pernah menenteng karung gabah susuri pematang sawah dan saya paham betul sistem penyaluran pupuk. Saya jamin tidak akan ada kelangkaan pupuk kecuali pabriknya tutup. 3 bulan setelah menjabat akan ada pergub (peraturan gubernur) jika yang boleh menyalurkan hanya kelompok tani, BUMdes dan koperasi," tuturnya.

Menurutnya, pemilihan tiga lembaga tersebut untuk memudahkan proses pengecekan stok jika suatu saat terjadi kelangkaan. Selain itu, menurutnya jika kelangkaan pupuk terjadi tanpa adanya masalah di pabrik, maka dapat dipastikan kelangkaan tersebut merupakan permainan penyalur atau tengkulak. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Pilgub Sulsel
  2. Nurdin Halid
  3. Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini