Simak, Pengalihan Arus Lalu Lintas saat Demo di Patung Kuda & DPR Hari Ini

Sabtu, 21 Mei 2022 10:44 Reporter : Ronald
Simak, Pengalihan Arus Lalu Lintas saat Demo di Patung Kuda & DPR Hari Ini Demo di DPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas pada saat aksi unjuk rasa yang akan digelar hari ini, Sabtu (21/5). Kendati demikian, rekayasa arus lalu lintas itu bersifat situasional.

"Untuk persiapan sudah dilaksanakan, sementara kalau tidak mendesak tidak ada penutupan atau pengalihan arus seperti biasa," kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Purwanta saat dikonfirmasi.

Katanya, akan ada dua jalur atau arus lalu lintas yang direkayasa. Di mana jalur itu akan dijadikan tempat massa untuk aksi unjuk rasa.

"Jadi ada dua tempat di DPR dan Bandung 2 (Patung Kuda). Tapi banyakan massanya di Bandung 2 yang sampai ribuan, kalau di depan DPR ratusan. Kalau di Patung Kuda rencananya ribuan sekitar 1.500 (massa) tapi kalau di DPR ratusan (massa)," katanya.

"Dari elemen buruh dari elemen mahasiswa," sambungnya menjelaskan asal massa.

Aksi massa dikabarkan akan berlangsung pada pukul 11.00 WIB. Namun hingga kini situasi masih normal. "Masih lancar terkendali," pungkasnya.

TNI Tidak Bawa Senjata

Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Untung Budiharto tegaskan personel TNI amankan injuk rasa dengan humanis dan tidak bawa senjata tajam. Katanya, TNI tugasnya membantu Polri dalam mengamankan aksi unjuk rasa. Sebab unjuk rasa hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat.

Tak hanya itu, seluruh anggota diingat untuk tidak bertindak arogan, tapi sebaliknya mampu melaksanakan penanganan unjuk rasa dengan humanis serta persuasif.

"Slalu menjaga disiplin sesuai tugas pokok dan menjaga Keutuhan Wilayah serta Tegaknya NKRI," tegasnya.

Sebelumnya Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengingatkan sejumlah elemen yang melakukan unjuk rasa untuk tetap menjaga situasi ketertiban dan tidak terprovokasi dengan oknum-oknum yang membuat kericuhan.

"Imbauannya agar menjaga situasi tetap tertib, aman dan menghargai masyarakat pengguna jalan lainnya. Jangan sampai disusupi oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab," imbau Dedi.

Diketahui, massa demonstran saat melakukan aksi unjuk rasa bulan Ramadhan 1443 Hijriah kemarin sempat terbentang spanduk yang mendesak Jokowi mundur dari jabatan Presiden Republik Indonesia.

Selain itu, spanduk tersebut juga bertuliskan 'Mosi tidak percaya terhadap DPR dan Pemerintah Jokowi-Ma'ruf'. Akhirnya, terjadi bentrokan saat demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Rencananya, sejumlah elemen masyarakat, seperti Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) akan kembali gelar demo besar pada 21 Mei 2022, bertepatan dengan momentum reformasi. Aksi itu puncak dari rangkaian gelombang unjuk rasa di berbagai daerah.

"Pada 21 Mei, bertepatan momentum reformasi. Siapkan kekuatan kita, sosialisasikan ke kampus-kampus, ke pabrik-pabrik, ke kampung-kampung bahwa rakyat akan terus berjuang, rakyat akan terus bergerak," kata Sekretaris Jenderal KASBI pada Kamis, 21 April 2022.

Baca juga:
Catat, 2 Lokasi Ibu Kota akan Dipadati Massa Buruh dan Mahasiswa Hari Ini
Komisi III Jelang 21 Mei: Silakan Demo, Niatnya Jangan Rebut Kekuasaan
Penjelasan Polri, Unjuk Rasa Wajib Kirim Surat Pemberitahuan Bukan Minta Izin
DPR Ingatkan Massa Aksi Tak Angkat Isu Pemakzulan
Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi Peringatan Tragedi 12 Mei 98

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini