Sidang Praperadilan Rizieq Syihab, Polisi Siagakan 190 Personel untuk Pengamanan

Senin, 22 Februari 2021 12:09 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Sidang Praperadilan Rizieq Syihab, Polisi Siagakan 190 Personel untuk Pengamanan Rizieq Shihab tiba di Bareskrim. ©2021 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Sidang perdana gugatan praperadilan penangkapan Rizieq Syihab akan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini, Senin (22/2). Pihak kepolisian telah menyiagakan ratusan personel untuk mengamankan selama sidang berlangsung.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Azis Ardiansyah mengatakan, personel yang diterjunkan dalam pengamanan sidang hari ini berasal dari Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya. Azis mengatakan, pihaknya juga menyediakan dua unit kendaraan taktis yang telah berjaga di halaman parkir PN Jaksel dari pagi.

"Totalnya ada sekitar 190-an personel," kata Azis kepada wartawan, Senin (22/2).

Sementara untuk penyekatan jalan, Azis mengatakan bahwa sejauh ini hal itu tidak dilakukan karena situasi masih kondusif. Namun, kata dia, pihaknya tetap mengerahkan personelnya guna pengamanan sidang praperadilan tersebut.

"Sementara belum ada penyekatan, tetapi kita tidak ingin under estimate ya. Pelaksanaan keamanana maksimal sesuai dengan perkiraan keadaan, personel pengamanan dibantu oleh Polda, Polres, dan Polsek, termasuk Brimob," ujarnya.

Azis pun meminta para pendukung Rizieq untuk mematuhi protokol kesehatan saat datang ke PN Jaksel. Sebenarnya, kata dia, imbauan ini diserukan untuk seluruh pengunjung PN Jaksel. mengataka bahwa polisi tidak melarang ataupun membolehkan pendukung Rizieq untuk datang ke PN Jaksel.

"Tentu imbauannya untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan, ikuti aturan hukum yang ada dan tidak berkerumun," kata dia

Dikutip dalam sistem informasi PN Jaksel, gugatan itu tercatat dengan nomor perkara 11/Pid.Pra/2021/PN.Jkt.Sel mengenai penangkapan dan penahanan Rizieq dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan.

Sebelumnya, kuasa hukum Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah menuturkan alasan Rizieq mengajukan gugatan praperadilan lagi. Karena, kata dia, penangkapan dan penahanan Rizieq tersebut dinilai tidak sah. Munurutnya, tindakan penyidik termasuk pelanggaran terhadap asas hukum lex specialis derogat legi generalis

Alamsyah mengeklaim, penangkapan dan penahanan terhadap Habib Rizieq yang disangkakan melanggar pasal 160 KUHP tentang penghasutan di kasus pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan, Jakarta Pusat, tidak relevan.

"Penangkapan dengan menjerat pasal 160 KUHAP tentang penghasutan di kasus pelanggaran protokol kesehatan itu tidak relevan karena melanggar dan menyimpang dari ketentuan KUHAP. Selain itu juga melanggar Peraturan Kapolri No 6 tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana," ujarnya. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini