Sidang perdana praperadilan Wali Kota Batu ditunda

Senin, 6 November 2017 11:36 Reporter : Ronald
Sidang perdana praperadilan Wali Kota Batu ditunda Sidang praperadilan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. ©2017 Merdeka.com/Ronald Chaniago

Merdeka.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menggelar sidang praperadilan perdana Walikota Batu Edy Rumpoko, Senin (6/11). Sidang itu digelar terkait penetapan Edy sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan Kota Batu, tahun anggaran 2017.

Pantauan merdeka.com, sidang di ruang H.M. Ali Said, SH sekitar pukul 10.45 WIB dipimpin oleh hakim tunggal R Iim Nurohim.

"Kuasa hadir? Termohon hadir?" kata hakim di dalam persidangan.

Dalam hal ini, hakim menunda sidang. Sebab, termohon dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hadir dalam sidang dan memberikan surat agar sidang ditunda.

"Karena termohon tidak hadir maka majelis hakim akan memanggil termohon dan juru sita pengadilan Jaksel untuk hadir pada 13 November 2017. Sidang selesai dan dinyatakan ditutup," kata hakim sembari memukul palu tiga kali.

Sementara itu, perwakilan dari KPK yang hadir ke PN Jakarta Selatan mengaku hanya diperintahkan untuk menyerahkan surat permintaan penundaan sidang. Dia tak tahu apa alasan permintaan sidang ditunda.

"Saya enggak tahu mas, saya cuma diperintahkan untuk bawa surat penundaan ini," kata Ryan, perwakilan dari KPK.

Diketahui sebelumnya pihak KPK sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan Kota Batu, TA 2017. KPK juga sudah menetapkan tiga tersangka terkait kasus yang diawali dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Sabtu (16/9) itu.

Selain Edy Rumpoko, ada juga pihak diduga sebagai pemberi, Filipus Djap. Sementara satu lagi, sebagai penerima adalah Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu, Edi Setyawan. [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini