Siasati sahur pendek saat berpuasa di Eropa

Sabtu, 20 Juli 2013 14:45 Reporter : Ririn Radiawati
Siasati sahur pendek saat berpuasa di Eropa Siasati sahur pendek saat berpuasa di Eropa. ©2013 Merdeka.com/Ririn Radiawati

Merdeka.com - Bulan suci tahun ini mungkin akan sama saja bagi muslim di Indonesia. Namun, berbeda dengan muslim yang tinggal di belahan bumi bagian utara. Karena bulan Ramadan jatuh di musim panas, umat muslim di kawasan Eropa dan inggris harus berpuasa hampir 20 jam.

Buat Rangga (27), Ramadan kali ini sama sekali berbeda dengan tahun-tahun yang lalu. Tahun ini, dia harus menjalani kegiatan berpuasa di Skotlandia, Britania Raya karena tengah mengenyam pendidikan untuk gelar Masternya di Dundee, Inggris.

Kepada merdeka.com, Rangga mengaku waktu subuh di daerah utara Inggris itu jatuh pada pukul 2:30 pagi, sementara azan magrib jatuh pada pukul 21:55. "Karena ini pengalaman pertama saya, saya di hari pertama masih mencari ritme yang pas untuk waktu puasa yang panjang ini," ujar dia saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (20/7).

Menurut dia, meski durasi puasa panjang, dia mengaku tidak kepayahan. Hal itu didukung oleh cuaca di Dundee yang tak sepanas Jakarta, yaitu di kisaran 18 hingga 25 derajat Celcius. "Sebenarnya tidak berat kalau dibandingkan Jakarta. Karena di Jakarta panas dan saya harus kerja. Kalau di sini lumayan sejuk," jelas pria yang tengah mengerjakan disertasinya itu.

Sementara itu, dengan durasi buka puasa dan sahur yang sangat singkat, Rangga mengaku telah menemukan tekniknya sendiri untuk tetap mengisi perutnya secara penuh meski jaraknya berdekatan. "Kuncinya adalah makan sedikit demi sedikit," ungkap dia.

Meski begitu, Rangga mengaku rindu dengan Tanah Air saat menjalankan bulan suci ini. "Saya kangen dengan masakan rumah," ungkap dia. [mtf]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini