Hot Issue

Siaga Bencana di Tengah Pandemi Corona

Kamis, 22 Oktober 2020 07:29 Reporter : Lia Harahap
Siaga Bencana di Tengah Pandemi Corona Ilustrasi Banjir . ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19. Sejak pertama kali diumumkan Maret lalu, jumlah kasus positif terus bertambah.

Sampai Rabu 21 Oktober kemarin, tercatat 373.109 kasus positif Covid-19. Sedangkan angka kesembuhan mencapai 373.109 kasus, dan kematian 12.857 orang.

Hingga kini, baik pemerintah pusat dan daerah terus berupaya menekan angka penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan menyediakan vaksin.

Di tengah kerja keras menghadapi Covid-19, pemerintah juga mulai bersiap diri menyambut peralihan cuaca di akhir tahun. Di mana curah hujan akan lebih tinggi dari bulan-bulan sebelumnya.

Kondisi ini semakin menjadi perhatian serius karena menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bersamaan dengan terjadinya fenomena La Nina. La Nina merupakan peristiwa di mana terjadi penurunan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian timur, yang menyebabkan peningkatan kecepatan angin pasat timur yang bertiup di sepanjang samudera pasifik.

Menurut Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Supari, hal yang perlu diwaspadai dari fenomena La Nina adalah terjadinya anomali cuaca yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.

"La Nina akan berdampak pada anomali cuaca yang berujung pada bencana hidrometeorologi," kata Supari.

La Nina, katanya, dapat memicu frekuensi dan curah hujan yang jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor semakin tinggi.

"La Nina membuat curah hujan akan naik. Bahkan sampai bulan April 2021. Potensi bencana yang ditimbulkan harus diwaspadai oleh masyarakat," imbau Supri.

Terpisah, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan diprediksi puncak La Nina akan terjadi di bulan Desember. Artinya, bertepatan dengan musim penghujan di akhir tahun.

"Jadi kesimpulannya mulai Oktober-November 2020 seluruh wilayah Indonesia perlu diwaspadai. Bagaimana Desember? La Nina itu semakin menguat," kata Dwikorita.

Prediksi BMKG, sambung Dwikorita, 27,5 persen wilayah Indonesia yang akan mengalami hujan di luar kewajaran. Beberapa wilayah akan mengalami hal tersebut yaitu Sumatera Utara, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, Aceh, Sulawesi dan Jawa Barat.

"Prioritas Jawa, tergantung bulannya. Untuk Oktober- November terutama Jawa hingga nusa tenggara, Sulawesi terutama bagian Selatan, tengah juga Kalimantan Tengah, Kepulauan Maluku, Papua bagian barat, termasuk Maluku utara. Kemudian di bulan Desember itu terlihat di sini terutama wilayah Indonesia, " jelas dia.

Baca Selanjutnya: Lalu Bagaimana Antisipasi dan Persiapan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini