Setnov Prihatin Vonis Korupsi e-KTP Sang Keponakan Lebih Berat

Selasa, 18 Desember 2018 13:17 Reporter : Yunita Amalia
Setnov Prihatin Vonis Korupsi e-KTP Sang Keponakan Lebih Berat Wakil ketua MPR jadi saksi Setnov. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Mantan Ketua DPR Setya Novanto mengaku prihatin atas eksekusi terhadap terpidana korupsi proyek e-KTP, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Dia menilai vonis 10 tahun penjara terhadap Irvanto terlalu berat lantaran karena hanya berperan sebagai kurir uang.

Selain itu, Novanto sekaligus terpidana kasus yang sama dengan Irvanto menyayangkan vonis untuk sang keponakan justru lebih berat ketimbang terpidana lainnya, Andi Agustinus alias Andi Narogong. Padahal, menurut Novanto, tindakan Irvanto atas perintah Andi.

"Ya kasihan, berat ya karena dia sebagai pengantar saya sangat prihatin sekali apa yang sudah diputuskan. Tapi kita tetap menghormati apapun putusannya. Ya beratnya luar biasa ya, masih muda saya tahu betul gimana dia digunakan oleh Andi Narogong, terus dapat hukuman yang lebih berat daripada Andi Narogong. Tentu kasian," katanya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (18/12).

Selain Irvanto, KPK juga mengeksekusi pengusaha Made Oka Massagung ke Lapas Klas I Tangerang. Made Oka juga terbukti melakukan tindak pidana korupsi e-KTP.

Berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, keduanya terbukti memperkaya orang lain, salah satunya Setya Novanto. Menurut hakim, keduanya memperkaya mantan Ketua DPR RI itu sebesar USD 7,3 juta.

Hakim pun menjatuhkan hukuman terhadap kedua terdakwa e-KTP itu 10 tahun penjara denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni vonis 12 tahun, denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Hakim menjerat keduanya dengan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo P1asal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini