Setnov Makan di Rumah Makan Padang, Kemenkum HAM Sebut Masih di Kawasan RSPAD

Selasa, 30 April 2019 16:12 Reporter : Aksara Bebey
Setnov Makan di Rumah Makan Padang, Kemenkum HAM Sebut Masih di Kawasan RSPAD Setnov di Lapas Sukamiskin. ©2018 istimewa

Merdeka.com - Perawatan yang dilakukan Setya Novanto di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat diklaim sudah sesuai prosedur. Namun, pihak Kemenkum HAM Jabar belum tahu berapa lama masa perawatan atau kapan narapidana korupsi e-KTP itu kembali ke Lapas Sukamiskin.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Jabar, Liberti Sitinjak menyatakan dirinya sudah mendapat laporan dari Kalapas Sukamiskin mengenai tempat rujukan penanganan medis untuk Setya Novanto. Dengan demikian, izin yang diberikan adalah suatu hal yang normal.

Pemilihan lokasi perawatan di RSPD pun tidak terlepas dari rujukan dokter karena penyakitnya butuh penanganan ekstra. Ditambah, tim kesehatan yang ada di Lapas Sukamiskin tidak memungkinkan untuk menanganinya.

"Dirujuk itu saran dari dokter yang di Bandung juga, bahwa dokter rujukan kita itu yang merekomendasikan harus di RSPAD," katanya kantor Kemenkum HAM Jabar, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Selasa (30/4).

"Menyangkut penyakit, bahwa dokter kita ada, dan itu dasar kita melakukan rujukan awal. Rujukan lanjutan bukan domain kita, bahwa kita mengikuti saran dokter permintaan RSPAD. Kalau sudah ke RSPAD, benar itu kalau ke sana. Lantas apa yang harus dipolemikkan?" tambahnya.

Liberti menegaskan tidak ada penyalahgunaan izin yang diberikan kepada Setya Novanto. Untuk itu, ia meminta kepada semua pihak agar tidak 'menggoreng' berita atau informasi yang beredar yang belum jelas keabsahannya.

"(Kalau) Ada yang bisa membuktikan kesalahan itu (penyalahgunaan izin), tunjukan ke saya hari ini juga. Saya periksa kalapasnya semua jajarannya," imbuhnya.

Disinggung mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan Setya Novanto dirawat, Liberti mengaku tidak memiliki kompetensi untuk menjawabnya. Semuanya diserahkan kepada pihak dokter RSPAD.

Pihaknya tidak bisa melakukan intervensi terkait pemulangan Setya Novanto. Kecuali jika terindikasi hal yang mencurigakan hingga terbukti bahwa narapidana tidak menjalani perawatan atau malah menyalahgunakan ijin.

"Mana bisa kita tahu berapa lama. Tanya dokternya, kan penyakitnya yang diobati. Siapa sih yang mau sakit? Sepanjang itu sakitnya masih perlu pengobatan ya diobati," ujarnya dengan nada meninggi.

Lebih lanjut Liberti menanggapi informasi Setya Novanto yang sempat terlihat berada di rumah makan padang. Baginya, tidak ada yang salah selama lokasinya masih berada di kompleks rumah sakit. Artinya, pengawal yang bertugas bekerja sesuai aturan, karena tidak memberikan izin keluar rumah sakit.

"Kalau masih di rumah sakit menurut saya salahnya dimana? Kan yang ditemukan dia makan di mana? Di rumah sakit kan," imbuhnya.

Di tempat yang sama, tim dokter Kanwil Kemenkumham Jabar, Choky Simanjuntak menjelaskan dari hasil diagnosis dan rekam medis, Setya Novanto menderita beragam penyakit. Yakni chronic kidney disease (CKD) atau gagal ginjal kronis, coronary artery disease (CAD) atau kelainan pada pembuluh darah arteri koroner pada jantung, diabetes mellitus tipe 2, vertigo, dan radikulopati L4-5 atau penyakit yang berhubungan dengan saraf tulang belakang.

Selain itu, ada komplikasi juga vertigo yang menyebabkan pusing, mual hingga muntah. Namun, ia tidak mengetahui persis kapan yang bersangkutan menderita beragam penyakit tersebut. Alasannya, dari rekam medis awal yang diterima sudah seperti itu.

"Direncanakan tindakan operasi EPS (Electrophysiology Study) itu yang untuk operasi memperbaiki irama jantung. Dengan penyakit yang diderita (Setya Novanto) jenis pengobatan (yang harus dilakukan secara) periodik," pungkasnya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Setya Novanto
  2. Bandung
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini